Minggu, Oktober 26, 2014

Bingung Mencari Tontonan untuk Siswa

Alhamdulillah, sekolah kami sudah mempunyai fasilitas LCD untuk beberapa kelas. Pengadaan LCD ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran. Melihat beberapa proses animasi yang berhubungan dengan materi, seperti proses terjadinya tsunami, proses terjadinya hujan asam, proses daur air, dsb, ice breaking berupa soal mencongak menggunakan power point, menunjukkan beberapa gambar pendukung dan banyak lagi yang lain.
Namun, seiring berjalannya waktu terkadang saya juga merasa kebingungan ketika "ditagih" oleh siswa untuk menonton video atau ice breaking. Ternyata di lingkungan kita lebih banyak tontonan yang kurang mendidik. Maaf ya, tontonan seperti sinetron (yang ga tamat - tamat, berseri sampai 5,6,7), komedi yang mempertontonkan aurat para artisnya, guyonan yang bersifat kasar dengan mengejek dan menyakiti satu sama lain dan masih banyak lagi,saya rasa tidak banyak manfaatnya bagi anak - anak kita.
Saya berkeinginan untuk memberikan tontonan yang baik, memberikan motivasi, memberikan pencerahan, dan membimbing sifat dan sikap anak - anak menjadi lebih baik. Memang di Indonesia juga banyak film yang baik, bebeapa yang sudah saya berikan ke anak diantaranya :
  1. Nagabonar Jadi 2
  2. Tanah Surga
  3. Perahu Kertas 1 dan 2
  4. Habibie Ainun
  5. Bangun lagi dong Lupus
  6. Garuda di Dadaku
Sebenarnya berkali - kali anak - anak meminta film yang bergenre horor. Namun horornya film Indonesia tidak begitu baik bagi mereka. Horornya mungkin 25%, sisanya adalah adegan untuk orang dewasa. Sudah banyak judul film horor yang dibuat, namun saya juga sangat jarang yang memberikan tontonan "horor". Tontonan yang membuat berteriak ketakutan, yang membuat seorang penonton merinding ketika menceritakan apa yang ditontonnya.
Saya memang lebih tertarik untuk memberikan beberapa film kartun, beberapa di antaranya :
  1. How to Train Your Dragon 1 dan 2
  2. Wall - E
  3. Cars 1 dan 2
  4. Turbo 
  5. Rattatoulie
  6. Kungfu Panda 1 dan 2
Saya juga pernah memberikan beberapa film luar negeri seperti :
  1. Three Idiots (film favorit saya) 
  2. I'm Legend
  3. Kungfu Kid
  4. I'm not Stupid 1 dan 2
  5. Taree Zameen
Namun, setelah kurang lebih 3 tahun saya mengajar, stok film saya sudah habis, saya bingung ketika saya ditagih film lagi. Saya prihatin, ternyata kita bangsa yang besar, namun ternyata kita belum bisa berswasembada dalam menyediakan sesuatu yang baik untuk anak - anak kita.
Semoga dengan adanya sedikit pengalaman saya ini memberikan motivasi yang besar untuk menyediakan tontonan yang baik bagi anak - anak kita.
_mungkin ada rekomendasi tontonan yang baik untuk anak - anak kita?

Kamis, Oktober 23, 2014

Proses membuat raport deskriptif kurikulum 2013

Anak kecil sangat suka ketika diberikan cerita. Cerita tentang apa saja. Baik cerita lucu, sedih, menyenangkan, ataupun menyedihkan. Anak - anak pun banyak yang dapat saling bertukar cerita satu sama lain. Tidak terbatas tema cerita. Mereka mengeluarkan apa yang ada di dalam benak mereka dengan sangat bebas dan tanpa batas. Terkadang tanpa bermaksud berbohong atau menipu, mereka menambahkan sendiri imajinasi mereka tentang sebuah kejadian. Atau sebenarnya itu bukan imajinasi mereka,  tapi merupakan harapan yang mampu mereka ubah menjadi sebuah cerita.
Membahas tentang cerita, salah satu konsekuensi dilaksanakannya kurikulum 2013 adalah raport deskriptif. Beberapa waktu yang lalu, seorang instruktur kurikulum 2013 memberikan panduan kepada kami untuk menulis raport deskriptif tersebut. Sejujurnya, saya sendiri masih belum bisa membayangkan raport yang harus saya tulis tersebut secara nyata. Namun bayangan beratnya bagaimana membuat raport tersebut sudah saya rasakan sekarang. Saat saya sedang koreksi UTS semester ganjil ini.
Raport deskriptif nantinya akan berbentuk sebuah cerita lengkap tentang capaian anak, baik di bidang kognitif dan spritual. Secara gampang, raport deskriptif ini nantinya akan berisi tentang bagaimana nilai yang anak capai dan bagaimana sikap anak selama pembelajaran. Cerita yang tertera di sana adalah konversi dari angka yang didapat anak di tiap kompetensi dasar tiap sub tema. Rata - rata dari nilai tersebut akan berubah menjadi kata "SUDAH SANGAT BAIK", "SUDAH BAIK" dan "BUTUH PENDAMPINGAN". Kata - kata tersebut merupakan pengganti nilai A, B, dan C gitu lah... Kalau mungkin masih sulit membayangkan. Setidaknya begini langkah yang harus kami (wali kelas) lakukan untuk memberikan nilai kepada anak :
  1. Menentukan range ( batasan ) nilai anak. Range (batasan) nilai adalah batas minimal untuk mendapatkan nilai deksriptif setelah dikonversi. Contohnya : nilai < 70 akan berubah menjadi "BUTUH PENDAMPINGAN", nilai 71 - 80 akan berubah menjadi "SUDAH BAIK", nilai > 80 akan berubah menjadi "SUDAH SANGAT BAIK".
  2. Koreksi nilai anak per sub tema. Ini adalah pekerjaan yang paling menyebalkan (setidaknya untuk saat ini. Saya sedang koreksi pekerjaan anak saya yang jumlahnya 40 anak, untuk dua tema yang masing - masing terdiri dari tiga sub tema). Hee....  
  3. Merekap seluruh nilai anak per kompetensi dasar per sub tema. Nantinya setelah nilai sudah jadi semua, harus dipisahkan tiap kompetensi dasar. Jangan sampai tercampur atau tertukar.
  4. Menghitung nilai rata - rata anak. Seandainya satu kompetensi dasar ada yang diulang dalam beberapa sub tema, harus di tulis sendiri - sendiri. Nantinya nilai yang akan dikonversi adalah bentuk rata - rata dari beberapa sub tema.
  5. Mengkonversi nilai anak ke dalam bentuk deskripsi. Pekerjaan mengkonversi nilai ini bisa dilakukan dengan bantuan beberapa software. Salah satunya adalah microsoft excell. Kami sudah bisa menyusun deskripsi ini semenjak tahun lalu.
  6. Menggabungkan konversi nilai anak dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai anak.  Setelah konversi nilai jadi, kita harus menggabungkannya dengan kompetensi dasar yang terkait. Contohnya seorang anak mendapat nilai konversi "SUDAH SANGAT BAIK" pada kompetensi dasar "Menjawab pertanyaan teks bacaan" Maka deskripsi nilai anak menjadi ANAK SUDAH SANGAT BAIK DALAM MENJAWAB PERTANYAAN TEKS BACAAN
  7. Jadilah raport deksriptif anak.... (itu baru satu KD lho.... masih banyak KD yang lain)

Repot ya??
hee..
Itu separuh pekerjaan, karena baru satu aspek, kognitif siswa. Terdapat dua aspek yang harus dinilai kan? Sikap dan kognitif...
Hampir sama lah langkahnya,,,,,
Semangat guru kreatif dan profesional...

Pentingnya evaluasi program sekolah

Hampir semua sekolah mempunyai kepala sekolahnya sendiri.
Hampir semua kepala sekolah mempunyai tangan kanannya sendiri, wakil - wakil kepala sekolah yang menjadi orang kepercayaannya dalam mengawal dan melaksanakan program - program sekolah.
Namun sudah semuakah orang - orang ini terbuka dari saran dan kritik dari orang lain?
Tidak harus dari orang lain, misalnya wali murid. Namun dari teman - temannya sendiri. Orang - orang yang bersama - sama menjejalkan diri dalam segudang aktivitas sekolah.
Terkadang terlupakan, kritik dan saran hanya berbentuk kotak kayu yang berlobang atasnya. Bahkan hampir sepanjang waktu selalu kosong.
Terkadang kritik dan saran menjadi bahan obrolan di belakang punggung para punggawa utama tersebut. Tidak pernah tersampaikan dan tidak pernah tersalurkan.
Padahal bersama kritik dan saran tersebut ada perubahan menuju perbaikan. Bersamanya pula terdapat kelegaan hati atas tersampainya segala beban dan ganjalan yang dirasa.
Bagaimana harus memulainya?
Mungkin akan sangat sulit jika kita langsung bertanya pada setiap guru apa yang kurang dari saya? Apa yang harus saya lakukan untuk menjadi lebih baik? Bagaimana sebaiknya saya melakukan program ini?
Sehingga, cara termudah adalah menulisnya.
Sediakanlah kertas kosong, bagikan kepada setiap guru. Berikanlah waktu 2 atau 3 hari. Mintalah mereka menuliskan apa yang mereka rasakan, apa yang menjadi ganjalan mereka, dan apa yang menghambat kerja mereka.
Tidak mudah lho, memberikan saran kepada atasan...
Tapi kalau sudah disepakati dari awal bahwa ini diniatkan sebagai bagian dari proses perbaikan diri demi tercapainya pribadi yang lebih baik, semoga banyak masukan dan saran yang bisa diproses selanjutnya sebagai wujud nyata perbaikan diri.
Mungkin itu lebih nyata sebagai wujud evaluasi diri sendiri dan media untuk muhasabah atas segala kekurangan diri. 

Selasa, Oktober 07, 2014

Belajar, bisa dimana saja...

Kemarin, saya mengobrol dengan salah satu tetangga saya tentang pemuda - pemudi di desa kami. Dia yang merupakan salah satu penggerak pemuda - pemudi di desa kami, mengeluhkan tentang keadaan pemuda - pemudi di masa sekarang. Sangat sulit untuk diajak bekerja, kurang tanggap tentang pekerjaan yang harus dilakukan, pasif, tidak tahu sopan santun, tidak bisa berbahasa yang baik kepada orang tua, dsb.
Saya kemudian menarik kesimpulan, memang belajar itu tidak harus dari sekolah. Masyarakat juga adalah tempat belajar dan yang lebih penting adalah keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama seorang anak. Sebelum masuk TK atau SD, rumahlah yang menjadi madrasah bagi siswa untuk menimba ilmu.
Banyak anak yang tidak sekolah yang bisa berperilaku sopan dan mempunyai kepribadian yang baik begitu juga sebaliknya, banyak orang - orang yang bertitel sarjana, pasca sarjana, profesor, bahkan guru besar yang kepribadiannya tidak baik. Apakah mereka kurang ilmu, tidak sebenarnya. Mereka hanya tidak mempunyai karakter yang baik. Tidak mempunyai pedoman hidup atau ironisnya mereka tidak mendapatkan suri tauladan yang baik dari para orang "tua" yang ada di sekitarnya.
Tetangga saya, beliau lurah di tempat kami pun tidak tinggi pendidikannya. Namun beliau mempunyai karakter yang luar biasa. Sekalipun tengah malam, sekalipun jauh di ujung desa, ketika beliau mendengar ada berita kematian, beliau usahakan sesegera mungkin hadir menjadi pelayat. Beliau mungkin tidak pandai, tapi beliau cerdas dalam membawa diri dan bersikap. Satu hal yang menjadi catatan saya mengenai beliau adalah ketika beliau hadir ke tempat saudara saya yang sedang punya hajat pukul 9 malam, kemudian berkata, "Aku mau di sini sampai besok pagi, mungkin aku ga bisa membantu apa - apa tapi minimal aku ada jika dibutuhkan." Spesial kan? Beliau ini adalah seorang lurah yang kesibukannya lumayan padat, tapi dengan tetangganya beliau sangat meluangkan waktu dan perhatiannya.
Kembali ke topik semula, pembelajaran bisa di mana saja. Ya, di mana saja. Memang ilmu untuk mencari dunia itu banyak terdapat di sekolah, namun ilmu untuk hidup yang sebenarnya ada di masyarakat. Seorang remaja yang akrab dengan pekerjaannya di masyarakat tidak akan sulit untuk beradaptasi dengan siapapun. Meskipun itu lingkungan baru untuknya. Karena dia mudah untuk mencair dan mencari apa yang bisa dilakukan untuk sekitarnya. Itulah magnet seorang manusia untuk lingkungannya. Lingkungannya, walaupun baru akan segera menerima dia tanpa harus banyak berpikir.
Di daerah kami khususnya, kemampuan berbahasa yang baik kepada yang lebih tua, kemampuan untuk mengaji, kemampuan untuk membantu sesama, sama sekali tidak ada teorinya. Semuanya "learning by doing". Dipelajari karena contoh yang ada dengan bimbingan orang dewasa di sekitar kami. Sangat tidak mungkin seorang anak dengan titel tinggi sekalipun akan langsung bisa melakukannya tanpa pernah praktek langsung.
Dengan demikian, marilah kita sebagai orang - orang tua yang bertanggung jawab pada anak - anak kecil di sekitar kita untuk memberikan pelajaran dan ilmu yang baik bagi mereka. Ilmu untuk hidup. Ilmu untuk menjalani kehidupan. Minimal kita membekali mereka dengan maksimal, sehingga mereka nantinya tinggal menambah sedikit untuk menjadi pribadi yang berkepribadian baik dan berkarakter.

Senin, Oktober 06, 2014

Asyiknya Merubah Tempat Duduk Siswa

Minggu kemarin, walaupun hanya masuk 3 hari saya bereksperimen bersama anak - anak untuk merubah tempat duduk mereka sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Hasilnya lumayan. Anak - anak antusias dalam menggeser sendiri meja mereka ke sana dan kemari.  Memang, sebenarnya pembelajaran tidak harus di kelas. Tidak harus kaku, hanya duduk saja mendengarkan guru menyampaikan materi. Pembelajaran bebas... Mereka diperbolehkan duduk, berdiri, ngesot di lantai, dan banyak gaya khas anak sd lainnya.
Hari pertama saya bereksperimen untuk menata kelas dengan gaya seperti berkelompok. Saya menjadikan 40 meja di kelas saya menjadi 8 kelompok. Masing - masing 5 meja setiap kelompok. Sehingga anak mudah untuk melakukan diskusi.
Hari kedua saya mengubah lagi tempat duduk anak seperti dalam film Harry Potter. Memanjang, saling berhadapan. Masing - masing lajur berisi 5 meja. Dua meja di depan, kemudian saya berikan tempat untuk keluar anak. Bagian belakang berisi 3 meja memanjang.Hal ini saya lakukan karena anak harus ulangan sub tema, sehingga mengurangi tingkat keramaian anak ketika mengerjakan.
Hari ketiga saya ubah lagi tempat duduk anak, saya jadikan seperti ruang Sidang Paripurna DPR, berbentuk letter U. Karena hari itu, kami berencana menonton film sebagai hiburan setelah ulangan. Saya berikan kepada anak beberapa cuplikan Stand Up Comedy Kompas TV. Hasilnya memuaskan untuk satu hal ini, karena memang anak sangat senang menonton video yang bersifat komedi.
Saya berkesimpulan, bahwa kondisi kelas yang kaku, seharusnya tidak ada lagi. Semuanya bersifat fleksibel. Terkadang harus diubah, bisa spontan, bisa terencana. Agar anak tidak jenuh. Tujuan lain saya lakukan hal ini adalah menyiasati kebosanan siswa. Karena ada beberapa hari yang anak harus bertemu saya secara terus menerus selama 6 - 8 jam. Ketika pembelajaran berlangsung kaku dan tidak ada inovasi, maka anak - anak akan jenuh.

Itu sedikit pengalaman saya bersama anak - anak saya dalam mengotak - atik kelas kami.

Senin, September 29, 2014

Nilai itu tidak menakutkan

Besok pagi, siswa dan siswi saya akan melaksanakan ulangan sub tema 2 untuk tema 2 di kelas 5. Ulangan ketiga sebelum UTS yang besok diadakan pertengahan Oktober. Saya kira persiapan yang harus saya berikan kepada anak sudah cukup. Mulai dari catatan, contoh soal, dan latihan ulangan sudah saya berikan kepada anak. Kesemuanya sudah saya jadikan satu dalam map yang memang menjadi hak anak untuk menyimpannya. Sekaligus tentunya sebagai bahan evaluasi wali murid dalam melihat perkembangan putra - putrinya.
Mungkin untuk urusan nilai anak, itu saya serahkan pada persiapan anak itu sendiri. Namun kebetulan seorang wali murid baru saja menelepon saya, menanyakan tentang nilai anaknya. Dia tidak tahu anaknya mendapatkan nilai berapa di ulangan yang lalu.
Saya tertegun. Mendengar penuturan beliau. Sang anak ternyata malu ketika harus menyerahkan ulangan yang nilainya tidak baik. Mungkin takut katanya.
Saya kemudian menyimpulkan bahwa komunikasi saya dan wali murid akan terputus jika anak bersikap seperti ini seterusnya.Seakan - akan nilai itu menjadi momok yang sangat besar. Padahal sebenarnya nilai tersebut akan menjadi acuan yang sangat penting untuk menentukan bantuan yang tepat bagi anak tersebut.
Contoh saja, di kurikulum tematik, satu kali ulangan anak akan mendapatkan minimal 5 muatan pelajaran yang digabungkan dalam satu sub tema.
Ambillah sebagai berikut,  seorang anak mendapatkan nilai seperti dalam tabel berikut dalam suatu ulangan sub tema
Bahasa Indonesia 60
Matematika 70
IPA 100
IPS 90
PPKn 85

Nilai di atas sangat mungkin dicapai anak, seorang anak mungkin tidak bisa menguasai seluruh muatan yang ada, namun dia mempunyai keunggulan di beberapa muatan dan membutuhkan bimbingan di beberapa muatan lainnya.
Hasil dari ulangan sub tema ini harus menjadi acuan bagi guru dan wali murid untuk memberikan bantuan kepada siswa pada muatan yang masih belum baik. Nantinya bimbingan itu dapat dilihat di ulangan sub tema berikutnya. Karena otomatis muatan tersebut juga akan selalu ada di setiap ulangan sub tema.

Menyikapi hal ini, seorang wali murid tidaklah perlu risau tentang nilai yang dicapai anak dalam suatu ulangan sub tema. Hanya, wali murid haruslah jeli dan tanggap untuk membantu kesulitan putra - putrinya. Hal ini dikarenakan sekarang wali murid dan wali kelas harus selalu bisa bertukar peran menjadi guru bagi seorang anak. Agar anak tersebut bisa mendapatkan prestasi yang terbaik.

Sabtu, September 27, 2014

Bimbel... Penting ga sich?

Saya, dan beberapa teman saya adalah pengurus sebuah rumah belajar di Yogyakarta. Saya baru selesai "rapat" di sebuah rumah makan untuk membahas strategi pelayanan kami satu semester ke depan. "Rapat" kami memang asyik.. yang penting makan... hasil rapat bisa dibahas setelah kenyang... heee..
Jauh sebelum semester baru di kurikulum 2013, saya sempat bertanya sembari berkelakar dengan teman - teman saya, apakah penting les itu? Karena kebetulan kami melayani tambahan belajar untuk siswa SD dan SMP. SD kan sekarang tematik. Bagaimana ngelesnya??
Menarik sekali, saya sangat menunggu bagaimana evolusi dari rumah - rumah belajar yang besar menyikapi perubahan kurikulum ini. Karena otomatis, pembelajaran yang diamanatkan di kurikulum ini sangat berbeda. Siswa banyak bergerak, banyak mencari sendiri, menyimpulkan sendiri, dan menganalisis permasalah yang ada.
Sedangkan selama ini siswa duduk, menerima pelajaran, mengerjakan latihan, kemudian ulangan. Ya,,, urutannya kurang lebih seperti itu. Saya sangat menunggu di mana rumah belajar akan mengambil porsinya dalam urutan itu. Dengan pembelajaran tematik, otomatis mata pelajaran dihapuskan. Hanya muatannya yang tersisa. Itupun tergabung dan bersatu dengan muatan yang lain.
Sebagai contoh sederhana dari pembelajaran yang saya lakukan di kelas 5.
Saya memberikan bacaan tentang pentingnya air. Di sana tersurat apa saja fungsi air, apa yang terjadi jika air tidak ada, apa saja sumber air, bagaimana cara merawat sumber air agar tetap lestari, dan bagaimana cara menggunakan air secara bijak. Terlihat bukan, bahwa bacaan yang tadinya melulu bermuatan Bahasa Indonesia sudah saya gabungkan dengan muatan IPA.
Bagaimana menilainya?
Gampang....
Saya membuat beberapa pertanyaan tentang bacaan tersebut. Kemudian meminta anak menjawabnya dengan jawaban singkat, sesuai dengan isi bacaan. Ini saya lakukan untuk menilai kemampuan memahami isi teks bacaan [ Bahasa Indonesia ]. Secara tidak langsung, kemudian saya mengajak anak- anak memahami lagi isi teks bacaan tersebut. Saya kemudian meminta anak menulis di buku tulis catatan tematiknya. Saya hanya akan menulis pointernya saja.

Sumber Air
Fungsi Air
Cara Menjaga Sumber Air agar Tidak Tercemar
Cara Menggunakan Air Secara Bijak
(semuanya ada di bacaan) anak tinggal memindahkannya.
Kemudian, saya tambah satu pointer lagi.
Perilaku yang Dapat Merusak Kelestarian Sumber Air

Pointer terakhir ini saya minta siswa saya mendiskusikan dengan teman sekelompoknya.
Selesai... anak secara langsung mendapatkan muatan IPA di sini. Anak secara langsung juga mempunyai catatan tentang Air.
Belum selesai di situ, saya kemudian mengambil botol minum anak, saya tuang air dari botol tersebut ke dalam gelas yang saya siapkan. Pertama saya penuhi gelas saya dengan air secara pelan. Saya meminta anak menghitung dengan hitungan seperti pemanasan di olahraga.
Setelah penuh, saya kembalikan air ke dalam botol anak, kemudian saya ulangi kegiatan mengisi gelas dengan air, namun kali ini lebih cepat.
Masuklah saya pada muatan MATEMATIKA, yaitu tentang debit air.

Heee...
Itulah yang saya lakukan di pembelajaran.
Kemudian. di rumah belajar, dimana mereka bisa masuk?
apakah mengulang pembelajaran yang saya lakukan di sekolah?
Apakah itu akan efektif, mengingat, anak tidak akan setiap hari les sedangkan pembelajaran setiap hari selalu berlanjut?
Atau mereka hanya akan berlatih soal terus menerus setiap kali les? Padahal anak sudah punya khusus buku latihan soal dari sekolah. 
Itu pikiran awam saya sich.
Memang seharusnya, anak itu selesai menyerap semua yang penting untuknya di sekolah. Setelah itu, di rumah, mereka mendapatkan PR yang sesuai. Mengerjakannya bersama orang tuanya saja. Kenapa bersama orang tuanya? Karena memang merekalah guru di rumah. Tidak perlu orang lain, cukup orang tuanya saja.
Anak jadi pinter, orang tua juga tambah pinter...

SO, masih pentingkah Bimbingan Belajar?

_ketika menulis ini, kami juga sebenarnya sedang bingung, bagaimana bimbel kami bisa membantu siswa - siswi bimbingan kami.
_heee

Jumat, September 26, 2014

Antara bahagia dan miris

"Pak, aku ntar ga ikut ekstra ya,,"
"Kenapa mas?
"Aku mau nonton bola di stadion"
"Waduh,, ntar gimana dong ekstranya?"
"Ga papa pak, cuma sekali ini"

Jawaban siswa ini sedikit membuat saya tercenung untuk sesaat. Begitu besarnya efek dari sepak bola terhadap seorang siswa. Berhenti di sini, sebagai seorang yang juga menggemari bola, saya bahagia. Alhamdulillah,, ternyata sekarang sepak bola adalah milik semua orang, minimal untuk anak - anak. Dan fenomena ini ternyata tidak hanya pada satu dua siswa, namun banyak siswa saya yang rela meninggalkan aktivitasnya sekian kali dalam satu bulan untuk menonton sepak bola di stadion.
Benar - benar sesuatu yang luar biasa untuk saya.
Kemudian obrolan kami berlanjut,

"Mas, apa yang paling menarik dari pertandingan sepak bola di stadion?"
"Rame pak, asyik. banyak temennya. Ya emang ga begitu jelas sich, tapi asyik kalau gol. Apalagi menang. pawainya rame."
"Pawai? Di jalan raya gitu?"
"Iya pak,, kayak kampanye"
"Enak ya, mas? Eh, mas kalau nonton bola sama siapa? Bapak ya?"
"Engga pak, sama temen, naek motor dia, asyik wis"
deg.. waduh.. dalam hati
"Emang temenmu anak SMA?"
"Iya pak, tetangga"
"Owh, kirain, temen seangkatan kamu... Terus, apa lagi yang enak kalau nonton bola di stadion?"
"Berantemnya pak!!!"
hahhh????
"Iya pak, asyik. Apalagi kalau tribun timur penuh. Tapi pas kalah, ya berantem jadinya."
"Asyiknya di mana mas kalau berantem gitu?"
"Yo asyik to pak, apalagi kalau sama *** (menyebutkan tim sekota kami). Belum apa – apa aja bisa berantem duluan.”
Walahhhh...
Rasanya seperti dibanting setelah dibumbungkan tinggi ke atas langit. Rasa senang yang begitu tinggi terhadap sepak bola langsung dibenamkan dalam – dalam oleh jawaban siswa saya ini.
Saya cuma bisa diam, percakapan kami langsung saya ganti dengan pelajaran lagi. Karena saya bingung, apa lagi yang harus saya katakan pada siswa saya ini.
Saya yakin, tujuan dari diadakannya sepak bola adalah rasa kagum saya atas jawaban siswa saya sebelum rasa kecewa saya atas jawaban siswa saya. Namun, mungkin inilah yang terjadi. Inilah kenyataannya.
Anak – anak kecil, dibonceng dengan membawa slayer, bendera yang bertiang bambu, tanpa helm, dan naik motor yang suaranya naudzubillahimindzalik kerasnya.
Anak – anak kecil, secara langsung melihat ketidakdewasaan orang – orang yang “tua” di sekitarnya. Tidak dewasa dalam menyikapi kekalahan. Tidak dewasa dalam melihat orang yang sudah terlanjur dicap “lawan”.
Anak – anak kecil, secara langsung melihat keasyikan dari kekerasan, yang lagi – lagi dilakukan oleh para orang “tua” yang sama sekali tidak ada contoh baik di dalamnya.

Mari, kalau kita memang orang “tua” yang ada di sekitar anak – anak itu, minimal....
Berikanlah contoh yang baik...
Bagiamana menyikapi kekalahan
Bagaimana menyikapi tidak terwujudnya keinginan
Bagaimana bersabar dalam menyikapi keadaan yang terjadi
Bagaimana bersikap dan mematuhi peraturan lalu lintas..
Dan banyak lagi sikap baik yang bisa kita berikan pada anak – anak di sekitar kita....

Anak – anak kita berhak mendapatkan contoh yang paling baik untuk mereka, bukan contoh yang baik menurut kita.


Minggu, Juli 27, 2014

Ashabul Kahfi

Saya sedang berusaha untuk menghafalkan surat ke 18 dalam Al Quran. Surat Al Kahfi. Semoga Allah meridhoi...
Di dalam surat ini, dijelaskan tentang cerita para pemuda sholeh yang mencoba menyelamatkan diri dari rajanya yang kejam.
Dari suatu sumber yang baik, dari salah seorang sahabat yang telah mengutip dari kitab Fadha ‘ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah, tulisan As Sayyid Murtadha Al Huseiniy Al Faruz Aabaad. Beliau menjelaskan bahwa para pemuda tersebut berjumlah enam orang yang bernama Tamlikha, Miksalmina, Mikhaslimina, Martelius, Casitius dan Sidemius

Selasa, Juli 22, 2014

Cerdas Cermat Anak Jenius_Catatan khusus kegiatan ramadhan SD Muhammadiyah Sleman

Begitu banyak piala yang berjejer di sekolah kami, sebuah rak besar hampir tidak cukup lagi untuk menampung semua piala prestasi siswa. Walhasil bagian atas lemari TU, ruang kepala sekolah, dan meja guru menjadi tempat mereka bersemayam. Semua itu adalah hasil kerja siswa - siswa yang berprestasi. ITU BENAR....

Jumat, Mei 09, 2014

Belajar mencari jaring - jaring bangun ruang

Beberapa waktu yang lalu saya mengajarkan kepada anak membuat jaring - jaring bangun ruang kubus dan balok dengan menggunakan milimeter blok. Hasilnya?
Lucu juga...
Anak - anak berkreasi sendiri
in foto - fotonya ....













modalnya murah...
semoga mampu menumbuhkan kreatifitas mencari jaring - jaring bangun ruang.

Minggu, Maret 30, 2014

Protes atas Bisingnya Kampanye

Beberapa hari terakhir hampir pasti, di semua daerah terdapat kegiatan "rakyat". Kegiatan ini hanya dilakukan 5 tahun sekali. Dan hanya dilakukan oleh orang - orang yang itu - itu saja.
Kenapa saya bilang seperti itu?
Ya, benar, kegiatan rakyat yang saya maksud adalah KAMPANYE....
Katanya,,,,
kampanye itu pestanya rakyat, padahal hanya sebagian orang saja yang berpesta, sedang yang lainnya harus menderita
kampanye itu adalah saatnya pemaparan visi misi para calon pemimpin padahal visi misi itu disampaikan pada orang - orang yang telinganya disumpal dengan kapas
kampanye itu adalah saatnya rakyat mengenal para calon wakilnya, padahal perkenalan itu diberikan langsung dengan cara yang aneh, ya aneh, tau sendiri lah.... 

bagi saya sendiri,
selama kampanye itu dilaksanakan di jalan, dengan cara yang urakan, bikin macet, bikin bising, maka nanti hasilnya adalah pemimpin yang menyelesaikan masalah negara dengan cara - cara urakan pula, membuat bising telinga rakyatnya dengan hal - hal yang negatif pula.

selama kampanye itu dilaksanakan oleh calon pemimpin dan massanya yang melanggar peraturan lalu lintas, jangan kaget ketika mereka ketika menjadi pemimpin akan melanggar peraturan. 

selama kampanye itu dilaksanakan dengan menunjukkan arogansi, egois, dan kesewenang-wenangan terhadap orang lain, jangan harap seluruh rakyat akan menikmati pemerintahan dari pemimpin yang dihasilkan dari kampanye semacam itu.

selama kampanye itu hanya sebatas menunjukkan sebanyak apa massa yang ikut serta dalam iring-iringan rombongan konvoi, maka kita tinggal hitung berapa banyak pemimpin dan bawahannya menunjukkan tingkah laku buruknya secara "berjamaah". 

untuk di jogja dan rumah saya di magelang...
pak, bu, calon pemimpin kami, tahukah ibu dan bapak bahwa...

selama bapak dan ibu berkampanye di jalan dengan teman-temanmu itu, anak-anak kami, para siswa kami, dan mungkin anak kalian juga.. 
sedang melaksanakan ulangan tengah semester...
sedang mempersiapkan untuk ujian nasional .... 
sedang melebarkan telinga mereka untuk sekedar mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru mereka.... 
yang terganggu oleh suara knalpot "massa pendukungmu"....
seandainya mereka gagal nanti, kalian akan menyalahkan kami, mempertanyakan kinerja kami, padahal kalian sendiri tidak menghargai usaha dan tidak tahu derita yang dialami oleh anak - anak kalian... 
haruskah kami, para guru, berjajar di tepi jalan dan membawa tulisan "Maaf, sedang ujian"???
buat apa?? toh, kalian sendiri sepertinya tidak memperdulikan apa yang sedang diusahakan oleh anak kalian sendiri.. 

massa mu itu...
belum tentu menemanimu ketika engkau sakit.. 
massa mu itu.. 
belum tentu datang ketika engkau dipanggil Allah... 

dan doa massa mu itu... 
belum tentu diterima doanya, jika mendoakanmu.. 

tapi ANAK MU....
pasti akan mengusahakan hadir dan merawatmu ketika engkau sakit, 
pasti akan mengusahakan mengangkat kerandamu ke liang lahatmu... 
pasti akan lebih diperhitungkan doanya oleh Allah...

pilihan seluruhnya ada di tangan kalian....
bersenang - senanglah sekarang dan bersedihlah suatu hari nanti,
atau perbaikilah langkah kalian untuk mendapatkan suatu yang baik suatu hari nanti,

Selasa, Maret 25, 2014

Soal Latihan Bahasa Jawa kelas 3

Materi : Wayang (Pandhawa dan Kurawa)

Soal - soal di bawah ini dapat dijadikan sebagai pertanyaan lisan (mencongak) untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas 3 dalam materi wayang, terutama Pandhawa dan Kurawa

Isinen ceceg - ceceg ing ngisor iki kanthi tembung kang trep!
  1. Bapakne Pandhawa jenenge . . . . . 
  2. Bapakne Pandhawa iku ratu ing . . . . . 
  3. Pandhawa duwe ibu loro, yaiku . . . . . . lan . . . . .  
  4. Ibune Bima yaiku . . . . .
  5. Ibune Nakula yaiku . . . . . 
  6. Kasatriyane Puntadewa yaiku . . . . . .
  7. Dasanamane Puntadewa yaiku . . . . . . 
  8. Kasatriyane Bima yaiku . . . . . .
  9. Dasanamane Bima yaiku . . . . . . 
  10. Kasatriyane Janaka yaiku . . . . . .
  11. Dasanamane Janaka yaiku . . . . . .
  12. Kasatriyane Nakula yaiku . . . . . . 
  13. Dasanamane Nakula yaiku . . . . . .  
  14. Kasatriyane Sadewa yaiku . . . . . . 
  15. Dasanamane Sadewa yaiku . . . . . . .
  16. Gamane Puntadewa yaiku . . . . . 
  17. Gamane Bima yaiku . . . . . 
  18. Gamane Janaka yaiku . . . . . 
  19. Gamane Nakula lan Sadewa yaiku . . . . .
  20. Perange Pandhawa lan Kurawa diarani . . . . . 
  21. Kurawa iku cacahe ana . . . . . 
  22. Kurawa sing paling tuwo jenenge . . . .. 
  23. Kurawa sing wedok dhewe jenenge . . . . .
  24. Bapakne Kurawa jenenge . . . . . 
  25. Ibune Kurawa jenenge . . . . .




Minggu, Maret 09, 2014

Belajar sambil Lomba

Saya akan bercerita tentang beberapa kegiatan saya dan teman guru saya dalam menumbuhkan semangat siswa kami dalam belajar. Kami mendesain sebuah lomba tentang beberapa mata pelajaran untuk siswa kami. Pikiran awal kami apakah mungkin siswa yang "kurang" dapat ikut memeriahkan rencana acara kami tersebut. Namun live must go on, kami mencoba untuk meyakinkan diri kami bahwa acara kami bukan untuk siswa yang pintar saja.
Lomba yang kami adakan dalam bulan februari kemarin adalah :
  1. lomba cerdas cermat agama 
  2. lomba cerdas cermat mata pelajaran 
  3. lomba adzan 
  4. lomba hafalan surat Al Quran
Karena lomba kami adakan untuk kelas 3, 4, dan 5 sekaligus, otomatis terdapat perbedaan penguasaan materi yang dimiliki oleh siswa kami. Kami menyiasatinya dengan mengadopsi pelaksanaan UN, yaitu memberikan Kisi-Kisi lomba kami. Kami juga melengkapinya dengan memberikan beberapa latihan pendalaman materi. Kami para wali kelas juga menyepakati bahwa seluruh lomba kami jadikan proyek masing - masing wali kelas, sehingga tumbuh semangat di dalam diri kami untuk menyiapkan wakil terbaik dari kelas kami.

Hasilnya, pada lomba pertama yang kami adakan memang diisi oleh siswa yang dalam kategori pintar. Namun setelah teman - teman yang lain ikut menjadi supporter untuk temannya sendiri, sepertinya tumbuh semangat dalam diri para supporter ini untuk ikut juga menjadi peserta lomba, bukan hanya jadi supporter. Hal ini terlihat dari lomba kedua yang pesertanya berubah. Banyak siswa yang menjadi peserta di lomba pertama tidak lolos babak pertama pada lomba kedua. dan seterusnya.
Kami melihat bahwa telah tumbuh semangat belajar yang lebih dari para siswa yang tadinya kurang pede, kurang paham materi, dan kurang berani tampil di depan.

Alhamudillah dalam hati kami,,

Kebetulan, dalam rangkaian lomba yang kami adakan memang terdapat babak penyisihan yang kemudian dilanjutkan dengan babak final. Kebetulan yang kedua, lomba yang kami adakan ada yang lomba beregu dan lomba individu. sehingga akan terlihat siswa yang minder dan siswa yang memang berani tampil. Siswa yang pintar memang tidak selalu berani tampil di depan siswa yang lain, sehingga terlihat jelas progres perkembangan keberanian siswa dalam hal tampil di depan siswa yang lain.

Rasa syukur kami bertambah ketika rangkaian lomba yang telah selesai "dirindukan" oleh para siswa. Siswa beberapa kali menanyakan ada lomba lagi atau tidak. Padahal lomba kami hanya memperebutkan piala kepala sekolah yang kategorinya murah, dan update di blog sekolah atas foto kemenangan mereka. Subhanallah, kami mungkin memang belum bisa menang jika kami bertanding dengan sekolah dari siswa dari sekolah yang lain, namun sungguh "antusias" siswa ini membuat kami sangat bersyukur.

Beberapa hal yang kemudian menjadi kesimpulan kami atas kegiatan kami :
  1. Hal - hal baru dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan oleh siswa. Bahkan oleh gurunya sendiri. Kami berpendapat, bahwa jika  memenuhi sebuah ember dengan satu kran terasa lama, kita harus mencari kran tambahan lain yang dapat mempercepat air dalam ember itu cepat penuh. Guru juga harus mampu berikhtiar seperti itu. Harus selalu ada cara - cara lain yang dapat membantu cara lama dalam mengajar. 
  2. Siswa membutuhkan semangat berkompetisi. Jika memang belum dapat berkompetisi dengan sekolah lain, guru harus cerdas mencarikan lawan pertama bagi siswanya yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Seperti dengan melawan teman- temannya sendiri yang sudah setiap hari mereka temui, sehingga tidak muncul rasa canggung dalam diri siswa. Dengan harapan semangat dan rasa pede tersebut dapat terus terasah dalam berjalannya waktu. 
  3. Hadiah sebenarnya tidak dibutuhkan siswa. Hadiah yang mahal pun terkadang tidak begitu bermanfaat bagi para siswa. Namuh hadiah berupa pengakuan dari para gurunya sendiri merupakan hadiah yang mungkin tidak terkira bagi para siswa.
semoga bermanfaat.

Selasa, Februari 04, 2014

Soal Latihan CCA tingkat SD_2

Materi : 
- Rukun iman
- Rukun Islam 
- Siroh 
- Pengetahuan umum agama 


  1. Rukun iman ada . . .
  2. Rukun islam ada . . . 
  3. Rukun iman yang kedua adalah iman kepada . . . .
  4. Rukun islam yang ketiga adalah . . . .
  5. Salah satu sifat wajib bagi nabi dan rasul adalah Fatonah, artinya . . . .
  6. Salah satu sifat wajib bagi nabi dan rasul adalah Shiddiq, artinya . . . . 
  7. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Kidzib, yang artinya . . . .
  8. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Kiyanah, yang artinya . . . .
  9. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Kitman, yang artinya . . . . 
  10. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Baladah, yang artinya . . . .
  11. Seorang manusia yang diberikan wahyu untuk disampaikan kepada orang lain disebut dengan . . . .
  12. Jumlah nabi yang harus diketahui oleh manusia adalah . . .
  13. Jumlah malaikat yang harus diketahui oleh manusia adalah . . . .
  14. Malaikat yang tugasnya mencabut nyawa adalah . . . .
  15. Malaikat yang tugasnya menulis amal yang jelek adalah . . . .
  16. Malaikat yang tugasnya menyampaikan wahyu kepada para nabi adalah . . . .
  17. Al Quran terdiri dari atas . . . . surat. 
  18. Surat pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad adalah surat . . . . 
  19. Surat terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad adalah surat . . . .
  20. Surat pertama dalam Al Quran adalah . . . . 
  21. Surat terakhir dalam Al Quran adalah . . . .
  22. Bacaan yang dibaca sebelum membaca Al Quran adalah bacaan . . . . 
  23. Banyak ayat dari surat At Takatsur adalah . . . .
  24. Banyak ayat dari surat An Naba adalah . . . .
  25. Banyak ayat dari surat Al Lahab adalah . . . . 
  26. Banyak ayat dari surat Al Adiyat adalah . . . . 
  27. Banyak ayat dari surat Al Bayyinah adalah . . . .
  28. Jumlah kitab suci yang diturunkan Allah kepada para nabi berjumlah . . . .
  29. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud adalah . . . .
  30. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa adalah . . . .
  31. Kitab suci Taurat adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi . . . .
  32. Ibadah yang pertama kali akan dihisab di saat hari kiamat adalah . . . .
  33. Banyak rakaat sholat selama satu hari satu malam adalah  . . . .
  34. Yang menjadi kiblat muslim ketika sholat adalah . . . .
  35. Sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon petunjuk Allah agar dikeluarkan dari masalah yang dihadapi berupa dua pillihan yang berbeda adalah . . . .
  36. Sholat sunah yang dilakukan di setiap malam setelah sholat isya pada bulan ramadhan adalah . . . . 
  37. Apabila terlupa bilangan sholat, atau rukun sholat, seseorang harus melakukan sujud . . . .  
  38. Seorang makmum yang terlambat mengikuti takbiratul ikhram imam/terlambat disebut makmum . . . . 
  39. Sholat yang dilakukan tanpa melakukan rukuk dan sujud adalah sholat . . . .
  40. Sholat penutup malam adalah nama lain dari sholat . . . .
  41. Nabi yang pertama bernama Nabi . . . . 
  42. Nabi yang membuat kapal besar bernama Nabi . . . .
  43. Nabi yang mempunyai mukjizat mampu mengerti bahasa binatang adalah nabi  . . . .
  44. Jumlah nabi yang bergelar Ulul Azmi adalah  . . . . 
  45. Nabi yang bergelar Ulul Azmi adalah . . . . 
  46. Nabi yang bergelar Ulul Azmi dan mempunyai mukjizat dibakar tidak hangus adalah nabi . . . . (Ibrahim)
  47. Nama ibu dari nabi Ismail adalah . . . .
  48. Nama ibu dari nabi Isa adalah . . . .
  49. Idul Adha dan khitan adalah ibadah yang dilakukan pertama kali oleh nabi . . . .
  50. Malaikat diciptakan oleh Allah dari . . . . 
  51. Setan diciptakan oleh Allah dari . . . .
  52. Nama raja yang menjadi musuh dari Nabi Musa adalah . . . . 
  53. Nama raja yang menjadi musuh dari nabi Ibrahim adalah . . . .
  54. Iman kepada hari kiamat merupakan rukun iman yang ke . . . .
  55. Salah satu cara agar dapat menyucikan hadast kecil adalah . . . .
  56. Cara menyucikan hadast besar adalah . . . . 
  57. Salah satu rukun wudhu adalah . . . .  
  58. Salah satu hal yang membatalkan wudhu adalah . . . .
  59. Cara menyucikan hadast kecil selain wudhu adalah . . . .
  60. Perbedaan adzan di waktu sholat selain subuh dan sholat subuh adalah pada bacaan . . . .
  61. Sahabat nabi yang pertama kali mengumandangkan adzan adalah . . . .  
  62. Khulafaurrasyidin yang menikahi dua putri nabi adalah . . . .
  63. Perpindahan nabi dari Makkah menuju Madinah disebut dengan . . . .
  64. Sahabat nabi yang ikut berpindah dari makkah menuju madinah bersama dengan Nabi Muhammad SAW disebut dengan sahabat . . . . 
  65. Sahabat nabi yang menyambut nabi di madinah disebut dengan sahabat . . . .
  66. Salah satu panglima perang di masa Nabi Muhammad yang terkenal dengan pembakaran kapal perangnya ketika menyerang romawi adalah . . . .
  67. Sahabat – sahabat nabi yang pertama kali masuk Islam disebut . . . . 
  68. Kaum yang mempunyai ciri jika berkata berdusta, jika dipercaya berkhianat disebut dengan . . .
  69. Orang yang keluar dari Islam disebut . . . . 
  70. Kejadian atau sesuatu yang luar biasa yang diberikan Allah kepada para Nabi disebut dengan . . . . .
  71. Tempat yang penuh dengan nikmat dan disediakan untuk tempat tinggal yang kekal bagi orang yang beriman disebut dengan . . . .
  72. Orang yang berhak menerima zakat disebut  . . . .
  73. Orang yang baru saja masuk islam disebut  . . . .
  74. Orang yang mengumandangkan adzan disebut  . . . .
  75. Nama istri pertama nabi Muhammad adalah . . . .
  76. Nama istri nabi yang merupakan putri dari Abu Bakar Ash Shiddiq adalah . . . .
  77. Nama paman Nabi Muhammad yang membantu perjuangan Nabi Muhammad namun meninggal dalam keadaan kafir adalah . . . . 
  78. Penanggalan berdasarkan tahun hijrah Nabi disebut penanggalan . . . .
  79. Idul Fitri dalam penanggalan Islam terletak di bulan . . . . 
  80. Idul Adha dalam penanggalan Islam terletak di bulan . . . .

klik untuk soal selanjutnya
klik untuk soal selanjutnya