Lingkaran merupakan materi semester 2 di kelas VIII. Untuk melakukan ulangan sebelumnya telah disusun kisi - kisi yang sesuai dengan indikator pembelajaran. Adapun kisi - kisi dari ulangan harian ini adalah :
Hidup yang berwarna adalah hidup yang penuh masalah dan terselesaikan.
Pandanglah setiap masalah adalah hal yang ringan, karena yang berat adalah jawaban dari masalah itu.
Masalah mungkin tidak berhasil terselesaikan ketika sendirian, tapi masalah mungkin terselesaikan jika kita bersama-sama menyelesaikannya.
Selasa, Januari 31, 2017
Senin, Januari 30, 2017
Satuan Internasional
Sistem Satuan Internasional (nama aslinya dalam bahasa Perancis: Système International d'Unités atau SI) adalah bentuk modern dari sistem metrik dan saat ini menjadi sistem pengukuran yang paling umum digunakan. Sistem ini terdiri dari sebuah sistem satuan pengukuran yang koheren terdiri dari 7 satuan dasar. Sistem ini mendefinisikan 22 satuan, dan lebih banyak lagi satuan turunan. Sistem ini juga memunculkan satu set terdiri dari 20 prefiks pada nama dan simbol satuan yang dapat digunakan untuk perkalian dan pembagian satuan.
UH Matematika Bab Bilangan Bulat
Bilangan bulat merupakan materi semester 1 di kelas VII. Untuk melakukan ulangan sebelumnya telah disusun kisi - kisi yang sesuai dengan indikator pembelajaran. Adapun kisi - kisi dari ulangan harian ini adalah :
UH Matematika Bab Kesebangunan
Kesebangunan merupakan materi semester 1 di kelas IX. Untuk melakukan ulangan sebelumnya telah disusun kisi - kisi yang sesuai dengan indikator pembelajaran. Adapun kisi - kisi dari ulangan harian ini adalah :
Minggu, Januari 29, 2017
Buku Saku Hafalan Juz 30
Pelajaran Agama Islam bukan hanya teori. Banyak hal dari nilai - nilai agama yang harus dibiasakan, dilaksanakan, dan dipraktekkan sehari - hari. Karena sebenarnya pelajaran ini mengajak siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah yang teorinya diberikan di sekolah, dan pelaksanaannya dilaksanakan di kehidupan sehari - hari.
Selasa, Januari 24, 2017
Sejarah Angka Nol_Video
Nol merupakan salah satu angka yang unik. Mulai dari sejarahnya, penggunaannya, dan kontroversi ketika angka nol mulai digunakan. Sehingga keunikan angka nol ini menarik untuk diketahui oleh seluruh siswa, bahkan para guru matematika
Minggu, Januari 22, 2017
Soal OSN Guru Matematika Tingkat Kabupaten Tahun 2016
Olimpiade Matematika biasanya dilakukan untuk para murid di tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. Namun tidak jarang olimpiade mata pelajaran juga dilaksanakan untuk para guru mapel masing - masing. Tujuan diadakannya olimpiade untuk guru tidak lain untuk memperkaya pengetahuan para guru dan tempat untuk meningkatkan kecintaan bagi para pemerhati suatu mata pelajaran.
Sabtu, Januari 21, 2017
Pengayaan Matematika SMP Materi Bangun Datar
Tujuan utama pemberian pengayaan adalah memperkaya pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi matematika. Sasaran utama pengayaan matematika adalah siswa yang telah tuntas dalam mempelajari salah satu materi matematika.
Berikut adalah salah satu pengayaan matematika untuk materi Bangun Datar Kelas VII dan VIII
Berikut adalah salah satu pengayaan matematika untuk materi Bangun Datar Kelas VII dan VIII
Media Pembelajaran Himpunan
Untuk mempermudah dalam mengerjakan soal himpunan pada Ujian Nasional, kami menyediakan media pembelajaran yang dapat membantu siswa. Media pembelajaran yang kami siapkan berbentuk power point. Silahkan disimak di bawah ini :
Semoga bermanfaat
Semoga bermanfaat
Jumat, Januari 20, 2017
Peraga Matematika Sederhana
Bilangan pecahan, merupakan salah satu dari materi yang membutuhkan alat peraga. Alat peraga berfungsi sebagai bantuan untuk menyatakan pecahan dalam bentuk yang riil. Hal ini dikarenakan bilangan pecahan merupakan salah satu materi yang baru di kelas 3 SD sehingga harus didasari dari hal yang nyata sehingga mampu memberikan dasar untuk materi selanjutnya. Dulu, ketika masih kuliah di UNY, kami pernah membuat dan mewujudkan beberapa alat bantu dalam operasi hitung pecahan sederhana. berikut adalah beberapa gambarnya.
1. CAKRAM PECAHAN
2. BALOK PECAHAN
3. LEMPENG DISCARD PECAHAN
Itulah beberapa alat peraga yang pernah kami buat semasa kami masih kuliah. Untuk penggunaan hampir semua sama dengan garis bilangan di buku panduan kelas 3 SD, namun alat peraga ini lebih nyata, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih jelas bagi siswa.
1. CAKRAM PECAHAN
2. BALOK PECAHAN
3. LEMPENG DISCARD PECAHAN
Itulah beberapa alat peraga yang pernah kami buat semasa kami masih kuliah. Untuk penggunaan hampir semua sama dengan garis bilangan di buku panduan kelas 3 SD, namun alat peraga ini lebih nyata, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih jelas bagi siswa.
Ukuran Sistem Satuan Internasional
Sistem ini dipulikasikan pada tahun 1960 sebagai hasil dari inisiatif yang dimulai tahun 1948. Pada awalnya sistem ini merupakan sistem MKS, yaitu panjang (meter), massa (kilogram), dan waktu (detik/sekon). SI ditujukan menjadi sistem yang berkembang, maka prefiks dan satuan dibuat dan definisi satuan dimodifikasi melalui persetujuan internasional seiring teknologi pengukuran berkembang dan presisi pengukuran meningkat. Konferensi Umum tentang Berat dan Pengukuran (General Conferences on Weights and Measures, CGPM) ke-24 dan 25 tahun 2011 and 2014, misalnya, mendiskusikan proposal untuk mengubah definisi kilogram, menghubungkannya ke invarian alam daripada massa sebuah artefak, sehingga memastikan stabilitas jangka panjang.
Keterangan :
1.
Definisi interim dituliskan disini hanya jika ada
perbedaan signifikan dalam definisinya.
2.
Meskipun ada awalan "kilo-", kilogram adalah
satuan dasar massa. Kilogram, bukan gram, digunakan dalam definisi satuan
turunan.
3.
Pada tahun 1954 satuan temperatur termodinamik adalah
"derajat Kelvin" (simbol °K; "Kelvin" dengan huruf
"K" besar). Kemudian dinamai ulang "kelvin" (simbol
"K"; "kelvin" ditulis dengan huruf "k" kecil)
tahun 1967.
4.
Ketika mol digunakan, partikel elementer harus
disebutkan dan dapat berupa atom, molekuls, ion, elektron, atau partikel lain.
Definisi awal dari
berbagai satuan dasar pada tabel diatas dibuat oleh otoritas :
FG = Pemerintah Perancis ;
Sumber : Wikipedia
Penguji Pembagian
Sebelum melakukan pembagian, kita dapat melakukan penguji pembagian terhadap suatu bilangan yang dibagi oleh beberapa bilangan tertentu. Terdapat sifat khusus yang dapat mempercepat penentuan suatu bilangan habis terbagi dengan suatu bilangan lain atau tidak. Berikut adalah beberapa penguji pembagian.
a. Dibagi 2
Suatu bilangan habis dibagi 2 jika angka terakhir(satuan) dari bilangan tersebut genap.
Contoh :
1.284 habis dibagi 2 karena satuannya yaitu 4 merupakan bilangan genap
Contoh :
1.284 habis dibagi 2 karena satuannya yaitu 4 merupakan bilangan genap
b. Dibagi 3
Suatu bilangan habis dibagi 3 jika jumlah angkanya habis dibagi 3.
Contoh :
32.493 habis dibagi 3 karena jumlah angkanya 3 + 2 + 4 + 9 + 3 = 21. 21 habis dibagi 3.
c. Dibagi 4
Suatu bilangan habis dibagi 4 jika dua angka terakhirnya habis dibagi 4.
Contoh :
6.828 habis dibagi 4 karena dua angka terakhirnya yaitu 28 habis dibagi 4.
d. Dibagi 5
Suatu bilangan habis dibagi 5 jika satuannya 0 atau 5
Contoh :
1.250 habis dibagi 5 karena satuannya 0.
e. Dibagi 6
Suatu bilangan habis dibagi 6 jika jumlah angkanya habis dibagi 6.
Contoh :
1.524 habis dibagi 6 karena jumlah angkanya 1 + 5 + 2 + 4=12. 12 habis dibagi 6.
f. Dibagi 8
Suatu bilangan habis dibagi 8 jika tiga angka terakhirnya habis dibagi 8.
Contoh :
7.240 habis dibagi 8 karena tiga angka terakhirnya yaitu 240 habis dibagi 8
g. Dibagi 9 Suatu bilangan habis dibagi 3 jika jumlah angkanya habis dibagi 3.
Contoh :
32.493 habis dibagi 3 karena jumlah angkanya 3 + 2 + 4 + 9 + 3 = 21. 21 habis dibagi 3.
c. Dibagi 4
Suatu bilangan habis dibagi 4 jika dua angka terakhirnya habis dibagi 4.
Contoh :
6.828 habis dibagi 4 karena dua angka terakhirnya yaitu 28 habis dibagi 4.
d. Dibagi 5
Suatu bilangan habis dibagi 5 jika satuannya 0 atau 5
Contoh :
1.250 habis dibagi 5 karena satuannya 0.
e. Dibagi 6
Suatu bilangan habis dibagi 6 jika jumlah angkanya habis dibagi 6.
Contoh :
1.524 habis dibagi 6 karena jumlah angkanya 1 + 5 + 2 + 4=12. 12 habis dibagi 6.
f. Dibagi 8
Suatu bilangan habis dibagi 8 jika tiga angka terakhirnya habis dibagi 8.
Contoh :
7.240 habis dibagi 8 karena tiga angka terakhirnya yaitu 240 habis dibagi 8
Suatu bilangan habis dibagi 9 jika jumlah angkanya habis dibagi 9.
Contoh :
3.276 habis dibagi 9 karena jumlah angkanya 3 + 2 + 7 + 6 = 18. 18 habis dibagi 9.
h. Dibagi 11
Suatu bilangan habis dibagi 11 jika selisih jumlah angka pada urutan genap dengan jumlah angka
pada urutan ganjil habis dibagi 11.
Contoh :
218.493 habis dibagi 11 karena
jumlah angka urutan genap 3 + 4 + 1 = 8
jumlah angka urutan ganjil 9 + 8 + 2 = 19
selisih : 19 - 8 = 11. 11 habis dibagi 11.
Kamis, Januari 19, 2017
Pengayaan Matematika SMP Materi Bilangan Bulat dan Pecahan
Tujuan utama pemberian pengayaan adalah memperkaya pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi matematika. Sasaran utama pengayaan matematika adalah siswa yang telah tuntas dalam mempelajari salah satu materi matematika.
Berikut adalah salah satu pengayaan matematika untuk materi Bilangan Bulat dan Pecahan Kelas VII
Untuk mendapatkan soal di atas, lengkap dengan penjelasan dan pembahasannya, silahkan tuliskan email anda ke kolom komentar atau kirimkan email ke jatiprasetiawan@gmail.com dengan judul "Pengayaan SMP Materi Bilangan Bulat dan Pecahan".
Sharing materi akan dilakukan secara rutin setiap hari Minggu.
Insya Allah semua GRATIS dan Tanpa Biaya
Berikut adalah salah satu pengayaan matematika untuk materi Bilangan Bulat dan Pecahan Kelas VII
Perhatian :
Untuk mendapatkan soal di atas, lengkap dengan penjelasan dan pembahasannya, silahkan tuliskan email anda ke kolom komentar atau kirimkan email ke jatiprasetiawan@gmail.com dengan judul "Pengayaan SMP Materi Bilangan Bulat dan Pecahan".
Sharing materi akan dilakukan secara rutin setiap hari Minggu.
Insya Allah semua GRATIS dan Tanpa Biaya
Rabu, Agustus 24, 2016
Jangan Takut Ganti Menteri
Belum lama Pak Anies Baswedan digantikan Pak Muhajir Effendi. Ikut kena resufle kabinet jilid II katanya, bareng beberapa menteri lain.
Banyak temen guru yang khawatir sebenernya, ganti menteri ganti kebijakan, mungkin juga ganti kurikulum. Tapi sebenarnya, gantinya menteri itu bukan hal yang menakutkan bagi guru dan pelaku pendidikan. Karena sebenarnya guru itu mandiri dan fleksibel, kenapa?
Guru itu mandiri, mau siapapun menterinya. Ga percaya? Siapapun menterinya, presiden di kelas tetaplah guru. Menteri kan pembantunya presiden ya? Mana mungkin menteri berani sama presiden kalau bukan menteri pengen minta di resuffle? hahahaa..
Jujur saja, cara mengajar guru tidak banyak berubah walaupun menterinya berubah, atau kurikulumnya berubah. Karena memang guru yang lebih tahu dan lebih mengerti murid - muridnya. Guru yang bisa mengerti bagaimana cara terbaik materi itu masuk ke otak murid. Jadi, so far so good lah.... KBK, KTSP, K 13, bahkan CBSA 1984 mungkin akan berubah sesuai kebutuhan murid di tangan gurunya. Yang penting tujuan pembelajaran tercapai kan? Siswa juga enjoy mengikuti pembelajaran kan? ya,,, itulah kehebatan presiden. Presiden di kelas, yaitu guru.
Guru itu fleksibel, jelas kan dari uraian di atas?
Lebih fleksibel lagi, guru lah yang bisa menggerakkan siswa untuk belajar di luar jam pelajaran.
Tinggal kasih tugas, PR, atau proyek pembelajaran. Maka siswa akan dengan [terpaksa] senang hati belajar lebih banyak untuk itu. SABDA PANDITA RATU istilahnya.
Baru tadi pagi saya mendapatkan penuturan, betapa perintah guru sangat menancap di hati siswa.
Seorang ibu wali murid kelas 3 mengatakan bahwa mulai hari senin kemarin, anaknya tidak mau diantar lebih dari gerbang sekolah. Karena guru kelasnya ingin siswanya mandiri. Padahal selama ini anak itu tidak mau sekolah kalau ibunya tidak masuk ke kelas. hehe... Siswa itu lebih nurut dengan guru dari pada ibunya sendiri.
Ibunya senang sekali mendapatkan kenyataan seperti itu. Alhamdulillah katanya. Anaknya lebih mandiri sekarang.
Maka dari itu, wahai para guru,, jangan takut berganti menteri bahkan berganti presiden. Kitalah presiden bagi siswa kita. Kitalah yang berkuasa. Tapi jangan sampai kita salah dalam mengajar, harus selalu meningkatkan kualitas diri. Jangan lupa komunikasi yang baik dengan siswa dan wali siswa, sehingga seluruh kegiatan yang direncanakan tepat sasaran atau mungkin kesalahan kita dapat segera diperbaiki demi kepentingan para rakyat kita. Rakyat kita adalah para siswa. Ingat,, suara rakyat adalah suara Tuhan.
ha ha ha
Banyak temen guru yang khawatir sebenernya, ganti menteri ganti kebijakan, mungkin juga ganti kurikulum. Tapi sebenarnya, gantinya menteri itu bukan hal yang menakutkan bagi guru dan pelaku pendidikan. Karena sebenarnya guru itu mandiri dan fleksibel, kenapa?
Guru itu mandiri, mau siapapun menterinya. Ga percaya? Siapapun menterinya, presiden di kelas tetaplah guru. Menteri kan pembantunya presiden ya? Mana mungkin menteri berani sama presiden kalau bukan menteri pengen minta di resuffle? hahahaa..
Jujur saja, cara mengajar guru tidak banyak berubah walaupun menterinya berubah, atau kurikulumnya berubah. Karena memang guru yang lebih tahu dan lebih mengerti murid - muridnya. Guru yang bisa mengerti bagaimana cara terbaik materi itu masuk ke otak murid. Jadi, so far so good lah.... KBK, KTSP, K 13, bahkan CBSA 1984 mungkin akan berubah sesuai kebutuhan murid di tangan gurunya. Yang penting tujuan pembelajaran tercapai kan? Siswa juga enjoy mengikuti pembelajaran kan? ya,,, itulah kehebatan presiden. Presiden di kelas, yaitu guru.
Guru itu fleksibel, jelas kan dari uraian di atas?
Lebih fleksibel lagi, guru lah yang bisa menggerakkan siswa untuk belajar di luar jam pelajaran.
Tinggal kasih tugas, PR, atau proyek pembelajaran. Maka siswa akan dengan [terpaksa] senang hati belajar lebih banyak untuk itu. SABDA PANDITA RATU istilahnya.
Baru tadi pagi saya mendapatkan penuturan, betapa perintah guru sangat menancap di hati siswa.
Seorang ibu wali murid kelas 3 mengatakan bahwa mulai hari senin kemarin, anaknya tidak mau diantar lebih dari gerbang sekolah. Karena guru kelasnya ingin siswanya mandiri. Padahal selama ini anak itu tidak mau sekolah kalau ibunya tidak masuk ke kelas. hehe... Siswa itu lebih nurut dengan guru dari pada ibunya sendiri.
Ibunya senang sekali mendapatkan kenyataan seperti itu. Alhamdulillah katanya. Anaknya lebih mandiri sekarang.
Maka dari itu, wahai para guru,, jangan takut berganti menteri bahkan berganti presiden. Kitalah presiden bagi siswa kita. Kitalah yang berkuasa. Tapi jangan sampai kita salah dalam mengajar, harus selalu meningkatkan kualitas diri. Jangan lupa komunikasi yang baik dengan siswa dan wali siswa, sehingga seluruh kegiatan yang direncanakan tepat sasaran atau mungkin kesalahan kita dapat segera diperbaiki demi kepentingan para rakyat kita. Rakyat kita adalah para siswa. Ingat,, suara rakyat adalah suara Tuhan.
ha ha ha
Bulan padat Kegiatan
Dalam satu tahun ajaran telah ditentukan bahwa dibagi dalam dua semester. Setiap semester minimal terdapat 16 minggu efektif untuk menyampaikan materi kepada siswa. Dalam setiap minggu terdapat minimal 37,5 jam pelajaran yang harus dipenuhi guru secara kolektif untuk siswa di sekolah.
Namun disadari atau tidak, pelaksanaan di lapangan nyata tidak semulus dan semudah itu.
Mungkin kita perlu untuk mengevaluasi bersama dan mencari jalan tengah yang terbaik bagi kita.
Setidaknya di setiap semester terdapat beberapa kegiatan yang padat dan menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sekolah "kurang" efektif. Semester satu (ganjil) biasanya dimulai di bulan Juli - Desember. Semester ini terdapat beberapa kegiatan yang memadatkan kegiatan guru dan siswa di sekolah seperti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dulu juga disebut MOS, rangkaian lomba agustusan. Terkadang, guru dan siswa tersadar kalau waktu UTS sudah dekat. hehe... Di awal tahun sibuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, dan kemudian dilanjutkan dengan kebahagiaan dalam rangkaian lomba. _seperti saya tahun ini..
Tidak ada yang salah dengan semua itu. Memang banyak sekali kegiatan dalam rangkaian dua kegiatan tersebut. Bukan hanya gurunya yang sibuk dengan dirinya sendiri sebagai seorang makhluk individu nasionalis dan seorang yang diberi amanah di sekolah, namun juga mempersiapkan rangkaian event tahunan ini bagi siswanya. Untuk satu kegiatan karnaval di lingkungan kecamatan misalnya, akan membutuhkan berminggu - minggu waktu latihan. Untuk satu kegiatan kesenian/latihan sebagai petugas paskibraka di lingkungan kecamatan juga menyedot waktu minimal 3 minggu efektif. Ada sebuah kewajiban yang tertanggung di pundak guru dan siswa selain belajar dan mengajar di sekolah. Apalah lagi kalau sekolah kita adalah sekolah inti dan sekolah terdekat dengan pusat pemerintahan kecamatan/kabupaten.
Padahal Ulangan Tengah Semester akan datang 3 atau 4 minggu setelah kegiatan ini selesai. Luar biasa bukan?
Untuk beberapa sekolah ini berat, karena ingin mengejar materi untuk UN dan try out yang diadakan di awal - awal bulan di semester dua.
Lanjut...
Semester dua biasanya datang setelah rangkaian diklat persiapan dan bedah kisi - kisi ujian nasional di saat saat libur semester ganjil. Jelas.. guru tidak libur ketika siswa libur. hffttt
Semester dua (genap) ini biasanya diwarnai dengan "kejar-kejaran" antara sekolah dan jadwal dari dinas. Sekolah yang tidak bersiap siap sejak dini akan tersiksa dengan jadwal try out untuk kelas akhir dari dinas. Belum lagi kegiatan UTS, Ujian Sekolah, Ujian Praktek, dan persiapan Ujian Nasional.
Try Out UN biasanya lima kali dalam waktu 16 minggu (yang tidak lengkap) paruh kedua tahun ajaran. Padahal, materi semester dua kebanyakan belum selesai ketika try out pertama dilaksanakan. Ini kejar - kejaran yang pertama.
UTS, Ujian Sekolah, dan Ujian Praktek biasanya maraton. Sekolah harus menyiasati dengan memberikan waktu tambahan belajar agar semua hasil Ujian tersebut stabil bagi sekolah dan siswa. Ini kejar - kejaran yang kedua.
Jadwal dari dinas. Ini faktor utama. Sekolah harus segera mendapatkan seluruh jadwal kegiatan di atas di awal waktu. Sehingga perencanaan dan pelaksanaan seluruh kegiatan dapat tersusun dengan baik.
Lelah, mungkin.
Jenuh, mungkin.
Namun itulah yang terjadi di setiap tahun ajaran.
hehee...
Guru dan siswa di garda depan pelaksanaan kegiatan harus sangat siap dan selalu termotivasi untuk mencapai hasil terbaik.
Selamat bekerja para guru
dan Selamat bermotivasi para siswa
Namun disadari atau tidak, pelaksanaan di lapangan nyata tidak semulus dan semudah itu.
Mungkin kita perlu untuk mengevaluasi bersama dan mencari jalan tengah yang terbaik bagi kita.
Setidaknya di setiap semester terdapat beberapa kegiatan yang padat dan menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sekolah "kurang" efektif. Semester satu (ganjil) biasanya dimulai di bulan Juli - Desember. Semester ini terdapat beberapa kegiatan yang memadatkan kegiatan guru dan siswa di sekolah seperti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dulu juga disebut MOS, rangkaian lomba agustusan. Terkadang, guru dan siswa tersadar kalau waktu UTS sudah dekat. hehe... Di awal tahun sibuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, dan kemudian dilanjutkan dengan kebahagiaan dalam rangkaian lomba. _seperti saya tahun ini..
Tidak ada yang salah dengan semua itu. Memang banyak sekali kegiatan dalam rangkaian dua kegiatan tersebut. Bukan hanya gurunya yang sibuk dengan dirinya sendiri sebagai seorang makhluk individu nasionalis dan seorang yang diberi amanah di sekolah, namun juga mempersiapkan rangkaian event tahunan ini bagi siswanya. Untuk satu kegiatan karnaval di lingkungan kecamatan misalnya, akan membutuhkan berminggu - minggu waktu latihan. Untuk satu kegiatan kesenian/latihan sebagai petugas paskibraka di lingkungan kecamatan juga menyedot waktu minimal 3 minggu efektif. Ada sebuah kewajiban yang tertanggung di pundak guru dan siswa selain belajar dan mengajar di sekolah. Apalah lagi kalau sekolah kita adalah sekolah inti dan sekolah terdekat dengan pusat pemerintahan kecamatan/kabupaten.
Padahal Ulangan Tengah Semester akan datang 3 atau 4 minggu setelah kegiatan ini selesai. Luar biasa bukan?
Untuk beberapa sekolah ini berat, karena ingin mengejar materi untuk UN dan try out yang diadakan di awal - awal bulan di semester dua.
Lanjut...
Semester dua biasanya datang setelah rangkaian diklat persiapan dan bedah kisi - kisi ujian nasional di saat saat libur semester ganjil. Jelas.. guru tidak libur ketika siswa libur. hffttt
Semester dua (genap) ini biasanya diwarnai dengan "kejar-kejaran" antara sekolah dan jadwal dari dinas. Sekolah yang tidak bersiap siap sejak dini akan tersiksa dengan jadwal try out untuk kelas akhir dari dinas. Belum lagi kegiatan UTS, Ujian Sekolah, Ujian Praktek, dan persiapan Ujian Nasional.
Try Out UN biasanya lima kali dalam waktu 16 minggu (yang tidak lengkap) paruh kedua tahun ajaran. Padahal, materi semester dua kebanyakan belum selesai ketika try out pertama dilaksanakan. Ini kejar - kejaran yang pertama.
UTS, Ujian Sekolah, dan Ujian Praktek biasanya maraton. Sekolah harus menyiasati dengan memberikan waktu tambahan belajar agar semua hasil Ujian tersebut stabil bagi sekolah dan siswa. Ini kejar - kejaran yang kedua.
Jadwal dari dinas. Ini faktor utama. Sekolah harus segera mendapatkan seluruh jadwal kegiatan di atas di awal waktu. Sehingga perencanaan dan pelaksanaan seluruh kegiatan dapat tersusun dengan baik.
Lelah, mungkin.
Jenuh, mungkin.
Namun itulah yang terjadi di setiap tahun ajaran.
hehee...
Guru dan siswa di garda depan pelaksanaan kegiatan harus sangat siap dan selalu termotivasi untuk mencapai hasil terbaik.
Selamat bekerja para guru
dan Selamat bermotivasi para siswa
Langganan:
Postingan (Atom)







