Senin, Desember 10, 2012

Surat untuk KPSI dan PSSI



Hari ini 10 November 2012,  kami masyarakat Indonesia disuguhkan oleh dua kongres PSSI yang kami tidak tahu entah mana yang benar-benar berusaha memperjuangkan sepakbola Indonesia. Mengapa kalian tidak bisa bersatu?
Apa yang sebenarnya kalian cari?
Sepakbola itu milik kami, masyarakat Indonesia seluruhnya, bukan cuma milik kalian yang egois untuk mencari apa yang kalian butuhkan dari sepak bola Indonesia.
Tidak malukah kalian?
Anak-anak SD bermain bola dengan senang karena bisa bersatu, karena mereka tahu enaknya sepakbola BERSAMA-SAMA, SATU TUJUAN.
Apakah kalian senang kalau bisa melihat liga kalian bergulir?
Atau kalian lebih senang kalau liga lain dianggap liga tarkam?
Renungkan ini,
Kalau kalian seperti ini?
Apa nasib para pemain sepak bola nasional? Mereka seperti pion yang hanya bisa bergerak di papan catur yang kalian beli dengan keegoisan kalian, tanpa bisa menikmati sepak bola yang mereka inginkan.
Apa nasib para pemain muda yang bernaung di sekolah-sekolah sepak bola? Mereka masih mempunyai mimpi untuk menjadi pemain nasional, mereka masih bermimpi untuk merasakan nyanyian Indonesia Raya bersama  di GBK dengan diiringi fanatisme dari seluruh supporter Indonesia.
Kalian sadar atau tidak, kalian telah memberikan contoh yang “SANGAT BURUK” bagi Negara Indonesia dalam segi demokrasi. Percuma kalian memajang foto lambang-lambang Negara di setiap konggres kalian, tapi kalian sendiri melakukan hal-hal yang menginjak-injak nilai dari lambang-lambang Negara itu!
Lebih baik kalian BUBAR! Semuanya, tidak cuma salah satu!
Biarkan FIFA memberikan sanksi pada sepak bola Indonesia!
Agar kalian sadar! 
Kalau kalian itu tidak ada yang benar!
KALAU KALIAN TIDAK BISA MENYELESAIKAN MASALAH, MAKA KALIAN ADALAH MASALAH ITU SENDIRI

Pandangan terhadap Kurikulum 2013



Sudah satu minggu lebih saya mendownload draf uji publik kurikulum 2013 dari kemendiknas, dan saya sudah membaca beberapa kali dalam draf tersebut. Beberapa artikel yang mencoba mengulas, membahas, dan mengkritisi draf tersebut juga sudah saya baca. Saya ingin memberikan tanggapan saya mengenai kurikulum yang Insya Allah akan diterapkan tersebut terutama untuk sekolah dasar karena saya merupakan salah satu pengajar SD
Lebih baik Bahasa Indonesia yang ditematikkan ke dalam pelajaran IPS dan IPA. Karena bahasa Indonesia memang bersifat terapan, dan bisa diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa pengantar utama di tingkat SD sehingga memudahkan proses pelaksanaan pembelajaran tematik integratif pada pelajaran lain.
Sepengetahuan saya kompetensi dasar yang ada pada bahasa Indonesia adalah menulis, membaca, dan mendengarkan yang kemudian dijelaskan kembali penjabarannya dalam beberapa indikator. Ini akan lebih mudah jika diterapkan pada mata pelajaran lain, karena kompetensi tersebut hampir pasti digunakan dalam pelajaran yang lain. Ada juga ketakutan bahwa mata pelajaran yang dihapuskan hanya akan menjadi selingan pada mata pelajaran yang utama. Guru kemungkinan besar hanya akan menjelaskan sambil lalu saja, tanpa memperhatikan esensi dari pelajaran yang dihapuskan tersebut.
Ketika penghapusan IPA dan IPS menjadi pilihan pada kurikulum 2013 ini, akan terjadi beberapa persoalan. Yang pertama adalah esensi dari kedua pelajaran tersebut akan tidak tersampaikan. Misalnya pada Standar Kompetensi Sistem gerak, apakah mungkin pada mata pelajaran bahasa Indonesia akan membahas materi tersebut sama detailnya dengan mata pelajaran IPA?
Kemampuan guru dalam memberikan pelajaran juga harus dibimbing terus menerus, kurikulum ini mengharuskan guru pintar dan kreatif dalam menyiapkan setting pembelajaran. Tidak semua guru dapat membawakan materi dua pelajaran dan mengemasnya menjadi sebuah materi yang mampu dicerna anak.
Persoalan lain adalah ketersediaan bahan ajar berupa buku yang telah menerapkan kurikulum 2013 dengan penuh. Dilihat sampai sekarangpun, materi dari buku paket atau acuan utama di sekolah belum bisa menerapkan KTSP (kurikulum 2006) dengan baik. Ini adlah PR besar bagi para guru untuk dapat membuat materi ajar sendiri sehingga meningkatkan profesionalisme para guru itu sendiri.
 Tulisan ini murni pendapat pribadi saya, mungkin banyak kesalahan karena kurangnya pengetahuan saya, mohon maaf apabila terdapat kesalahan yang tidak berkenan.
terima kasih

Kisi - Kisi UN SD/MI/SDLB Tahun 2012/2013

Hari ini saya mulai menggantikan guru kelas 6 yang cuti karena melahirkan, saya ingin membagikan kisi-kisi UN mata pelajaran Matematika 2012-2013 kepada yang membutuhkan,
berikut link downloadnya, semoga bermanfaat

kisi-kisi UN SD/MI/SDLB tahun 2012-2013

Sabtu, Desember 08, 2012

Perlukah remidi untuk siswa?

Hari ini adalah hari ke-7 pelaksanaan TKM di sekolah saya, nilai untuk beberapa mata pelajaran telah didapat setelah proses koreksi yang cukup lama (murid kami per pararel kelas adalah 100an). Nilai yang didapat oleh siswa sebenarnya lebih menegangkan bagi kami para guru, karena sampai sekarang indikator keberhasilan mengajar kami adalah nilai tersebut.
Aneh kan? Ya memang aneh...
Kemampuan siswa dalam bahasa Indonesia misalkan, jelas di silabus harus mampu dan menguasai : membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Tapi TKM hanya menilai dua  diantaranya, yaitu membaca dan menulis.
Mungkin tulisan ini belum begitu sempurna karena tidak ada bukti otentik tentang silabus dan lain sebagainya,
Tapi ini adalah renungan saya setelah ada salah seorang rekan saya yang sudah inden hari untuk REMIDI PEMBELAJARAN, tidak hanya remidi untuk memperbaiki nilai TKM siswa yang belum tuntas. Jadi akan diadakan pembelajaran ulang untuk materi TKM, baru kemudian diberikan soal berbeda yang mempunyai bobot sama dengan TKM.
ya, entahlah,
sepertinya siswa tidak begitu memikirkannya, namun sepertinya yang perlu diREMIDI adalah guru yang mengajarnya,
right?
eh, bagi rekan guru yang lain, sudahkah mempelajari kurikulum 2013?
sudah tersedia lho, bahan uji publiknya, sepertinya menarik untuk dipelajari lebih lanjut, sebelum kita mengkritik, atau bahkan menolaknya.

Senin, November 19, 2012

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu 12 November 2012



Salah satu yang menarik bagi saya ketika perkuliahan bapak Prof. Marsigit pada hari Senin, 12 November 2012 adalah mengenai pendapat bapak tentang salah satu istilah dalam budaya Jawa yaitu kiblat papat limo pancer. Menurut yang saya bicarakan dengan salah seorang teman saya yang memang mengerti tentang budaya jawa (kejawen) istilah itu juga dikenal dengan sedulur papat limo pancer. Saya kemudian tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang istilah tersebut. Sehingga hal tersebut saya jadikan refleksi perkuliahan untuk minggu ini.
 
Orang jawa tradisional percaya akan eksistensi sedulur papat (saudara empat) yang selalu mendampingi seseorang di mana saja dan kapan saja selama orang itu masih hidup. Mereka diberikan tugas untuk menemani dan membantu kita. Adapun yang disebut sedulur papat adalah:

  1. KAKANG KAWAH: saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kita (bayi), tempatnya di timur warnanya putih (air ketuban).
  2. ADI ARI-ARI: adik ari-ari, dia keluar dari gua garba ibu setelah kita (bayi) , tempatnya di barat warnanya kuning (plasenta).
  3. GETIH: darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah.
  4. PUSER: pusar yang dipotong sesudah kelahiran kita (bayi), tempatnya di utara warnanya hitam.

Selain sedulur papat di atas, yang kelima pancer itulah badan jasmani kita. Merekalah yang disebut sedulur papat kelima pancer, mereka ada karena kita ada. Sementara orang mengatakan mereka kiblat papat lima tengah (empat jurusan yang kelima di tengah). Mereka berlima di lahirkan melalui ibu. Ada yang mengatakan bahwa dua dari keempat saudara kita (kakang kawah dan adi ari-ari) adalah saudara yang berkorban agar kita bisa ada di dunia ini. Sehingga bagi orang jawa ada perlakuan yang khusus untuk keduanya. Dalam kebudayaan jawa, dua saudara tersebut juga bersedia membantu kita jika kita memintanya dengan melakukan ritual-ritual khusus, seperti puasa mutih, tapa brata, dan menyepi.
Dalam pemikiran Jawa pengertian sedulur papat limo pancer mempunyai pengertian yang terus berkembang dari zaman pra-Islam hingga zaman Islam. Pengertian ini sebenarnya berkembang dengan adanya pengaruh agama Hindu. Sedulur papat dimaknai sebagai empat kiblat juga kemudian dimaknai sebagai unsur alam yang menjadi pembentuk raga manusia. Empat unsur tersebut adalah tanah (bumi), air, api, dan angin (udara). Sedang limo pancer adalah diri manusia itu sendiri. Ketika penyebaran agama Islam mulai masuk, menurut sebuah cerita Kanjeng Sunan Kalijaga memberikan pengertian baru yang lebih bernafaskan Islam, sedulur papat adalah empat jenis nafsu dasar manusia, yaitu nafsu aluamah, sufiyah, amarah dan muthmainah. Limo pancer adalah hati nurani atau “alam rahsa/sirr”.
Nafsu aluamah berkaitan dengan insting dasar manusia, seperti nafsu untuk makan, minum, berpakaian, berhubungan badan dll. Dikatakan aluamah karena pengaruh unsur tanah yang menjadi unsur dasar manusia. Nafsu sufiyah berkaitan dengan nafsu keduniawian seperti keinginan akan harta benda. Nafsu sufiyah berpadanan dengan sifat udara yang selalu berusaha memenuhi ruang selagi ruang tersebut masih kosong. Nafsu amarah berkaitan dengan harga diri, rasa marah (emosi). Nafsu ini berkaitan dengan sifat panas dari api yang juga menjadi salah satu unsur pembentuk jasad manusia. Nafsu muthmainah adalah nafsu yang mengajak untuk berbuat kebaikan. Nafsu muthmainah berhubungan dengan sifat air yang menjadi unsur utama pembentuk jasad manusia.
Sebenarnya masih banyak pengertian mengenai istilah sedulur papat limo pancer ini, namun karena keterbatasan sumber dan waktu tidak dapat saya tulis satu per satu. Namun saya menyimpulkan dalam kebudayaan jawa, keberadaan sedulur papat tersebut masih sangat lekat. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya bukti perlakuan kepada mereka ketika seorang bayi lahir, seperti dengan memandikan ari-ari dan ketuban, menguburkannya di samping rumah, memberikannya jenang abang, dan adanya bancakan yang tujuannya untuk mendoakan keduanya. Saya tidak melihat ini sebagai salah satu bid’ah atau ibadah yang salah (seperti menurut salah satu orang yang saya wawancara) namun saya melihat ini sebagai sebuah ilmu budaya yang turun temurun diberikan dari generasi ke generasi selanjutnya walaupun hanya melalui cara non formal akan tetapi masih dipandang sebagai hal yang “wajib” dilakukan oleh sebagian masyarakat Jawa.
.

Minggu, Oktober 07, 2012

Refleksi Perkuliahan Filsafat 1 Oktober 2012 Aliran FIlsafat Idealisme



Ilmu filsafat mempunyai banyak aliran atau paham, diantaranya renaissance, rasionalisme, empirisme, idealism, realism, positivism, pragmatisme, humanisme, dan masih banyak aliran filsafat lainnya. Aliran yang satu dengan aliran yang lain ada yang saling bertentangan dan ada pula yang memiliki konsep dasar sama. Walaupun dua aliran filsafat mempunyai konsep yang bertentanga, namun hal tersebut bukanlah untuk dibahas, dan diperdebatkan. Karena dengan adanya banyak aliran atau paham dalam filsafat yang telah diperkenalkan, kita dapat memilih cara yang tepat dengan persoalan yang sedang kita hadapi. 

1.      Pengertian Idealisme
Idealisme ialah filsafat yang pandangan yang menganggap atau memandang ide itu primer dan materi adalah sekundernya, dengan kata lain menganggap materi berasal dari ide atau diciptakan oleh ide. Jadi pengertian idealisme itu bukanlah seperti yang dianggap orang bahwa kaum Idealis adalah orang-orang yang menjunjung tinggi kesucian, lebih mementingkan berpikir dari pada makan, dll. Aliran Idealisme/Spritualisme, yang mengajarkan bahwa ide atau spirit manusia yang menentukan hidup dan pengertian manusia. Idealisme adalah aliran filsafat yang menekankan “idea" (dunia roh) sebagai objek pengertian dan sumber pengetahuan. Idealisme berpandangan bahwa segala sesuatu yg dilakukan oleh manusia tidaklah selalu harus berkaitan dengan hal-hal yang bersifat lahiriah, tetapi harus berdasarkan prinsip kehorhanian (idea). Oleh sebab itu, Idealiseme sangat mementingkan perasaan dan fantasi manusia sebagai sumber pengetahuan.
Tokoh aliran idealisme adalah Plato (427-374 SM), murid Sokrates. Aliran idealisme merupakan suatu aliran ilmu filsafat yang mengagungkan jiwa. Menurutnya, cita adalah gambaran asli yang semata-mata bersifat rohani dan jiwa terletak di antara gambaran asli (cita) dengan bayangan dunia yang ditangkap oleh panca indera. Pertemuan antara jiwa dan cita melahirkan suatu angan-angan yaitu dunia idea. Aliran ini memandang serta menganggap bahwa yang nyata hanyalah idea. Idea sendiri selalu tetap atau tidak mengalami perubahan serta penggeseran, yang mengalami gerak tidak dikategorikan idea.
Keberadaan idea tidak tampak dalam wujud lahiriah, tetapi gambaran yang asli hanya dapat dipotret oleh jiwa murni. Alam dalam pandangan idealisme adalah gambaran dari dunia idea, sebab posisinya tidak menetap. Sedangkan yang dimaksud dengan idea adalah hakikat murni dan asli. Keberadaannya sangat absolut dan kesempurnaannya sangat mutlak, tidak bisa dijangkau oleh material. Pada kenyataannya, idea digambarkan dengan dunia yang tidak berbentuk demikian jiwa bertempat di dalam dunia yang tidak bertubuh yang dikatakan dunia idea.
Plato yang memiliki filsafat beraliran idealisme yang realistis mengemukakan bahwa jalan untuk membentuk masyarakat menjadi stabil adalah menentukan kedudukan yang pasti bagi setiap orang dan setiap kelas menurut kapasitas masin-masing dalam masyarakat sebagai keseluruhan. Mereka yang memiliki kebajikan dan kebijaksanaan yang cukup dapat menduduki posisi yang tinggi, selanjutnya berurutan ke bawah. Misalnya, dari atas ke bawah, dimulai dari raja, filosof, perwira, prajurit sampai kepada pekerja dan budak. Yang menduduki urutan paling atas adalah mereka yang telah bertahun-tahun mengalami pendidikan dan latihan serta telah memperlihatkan sifat superioritasnya dalam melawan berbagai godaan, serta dapat menunjukkan cara hidup menurut kebenaran tertinggi.
Mengenai kebenaran tertinggi, dengan doktrin yang terkenal dengan istilah ide, Plato mengemukakan bahwa dunia ini tetap dan jenisnya satu, sedangkan ide tertinggi adalah kebaikan. Tugas ide adalah memimpin budi manusia dalam menjadi contoh bagi pengalaman. Siapa saja yang telah menguasai ide, ia akan mengetahui jalan yang pasti, sehingga dapat menggunakan sebagai alat untuk mengukur, mengklasifikasikan dan menilai segala sesuatu yang dialami sehari-hari.
Arti falsafi dari kata idealisme ditentukan lebih banyak oleh arti dari kata ide daripada kata ideal. W.E. Hocking, seorang idealis mengatakan bahwa kata idea-ism lebih tepat digunakan daripada idealism. Secara ringkas idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri dari ide-ide, pikiran-pikiran, akal (mind) atau jiwa (self) dan bukan benda material dan kekuatan. Idealisme menekankan mind sebagai hal yang lebih dahulu (primer) daripada materi, materialisme mengatakan sebaliknya. Materialisme mengatakan bahwa materi itulah hal yang rill atau yang nyata. Adapun akal (mind) hanyalah fenomena yang menyertainya. Idealisme mengatakan bahwa akal itulah yang rill dan materi hanyalah merupakan produk sampingan. Dengan demikian, idealisme mengandung pengingkaran bahwa dunia ini pada dasarnya sebagai sebuah mesin besar yang harus ditafsirkan sebagai materi, mekanisme atau kekuatan saja.                
Alam, bagi orang idealis, mempunyai arti dan maksud, yang diantara aspek-aspeknya adalah perkembangan manusia. Oleh karena itulah seorang idealis akan berpendapat bahwa, terdapat suatu harmoni yang dalam arti manusia dengan alam. Apa yang “tertinggi dalam jiwa” juga merupakan “yang terdalam dalam alam”. Manusia merasa ada rumahnya dengan alam; ia bukanlah orang atau makhluk ciptaan nasib, oleh karena alam ini suatu sistem yang logis dan spiritual; dan hal ini tercermin dalam usaha manusia untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Jiwa (self) bukannya satuan yang terasing atau tidak rill, jiwa adalah bagian yang sebenarnya dari proses alam. Proses ini dalam tingkat yang tinggi menunjukkan dirinya sebagai aktivis, akal, jiwa, atau perorangan. Manusia sebagai satuan bagian dari alam menunjukkan struktur alam dalam kehidupan sendiri.
Pokok utama yang diajukan oleh idealisme adalah jiwa mempunyai kedudukan yang utama dalam alam semesta. Sebenarnya, idealisme tidak mengingkari materi. Namun, materi adalah suatu gagasan yang tidak jelas dan bukan hakikat. Sebab, seseorang akan memikirkan materi dalam hakikatnya yang terdalam, dia harus memikirkan roh atau akal. Jika seseorang ingin mengetahui apakah sesungguhnya materi itu, dia harus meneliti apakah pikiran itu, apakah nilai itu, dan apakah akal budi itu, bukannya apakah materi itu.
Paham ini beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia ada karena ada unsur yang tidak terlihat yang mengandung sikap dan tindakan manusia. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Untuk menjadi manusia maka peralatan yang digunakannya bukan semata-mata peralatan jasmaniah yang mencakup hanya peralatan panca indera, tetapi juga peralatan rohaniah yang mencakup akal dan budi. Justru akal dan budilah yang menentukan kualitas manusia.


2.      Jenis-Jenis Idealisme 

Sejarah idealisme cukup berliku-liku dan meluas karena mencakup berbagai teori yang berlainan walaupun berkaitan. Ada beberapa jenis idealisme: yaitu idealisme subjektif, idealisme objektif, dan idealisme . . . . . .
 

Sabtu, Oktober 06, 2012

Membuat Pelangi

Jika orang tua adalah matahari bagi anak-anaknya, yang memberikan kasih sayang tanpa batas, selalu menghangatkan di pagi hari, dan menemani walaupun terkadang terabaikan dengan sibuknya anak-anak.

Maka kita, para guru, adalah hujan, yang memberikan kesegaran ke pada siswa dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, dengan kajian-kajian yang baik dan teladan yang terpuji.

Namun,
Hanya matahari atau hanya hujan saja tidak akan memberikan keindahan bagi anak-anak.
Mereka harus bergabung untuk membuat pelangi.
Kita membutuhkan Matahari dan Hujan secara bersama-sama untuk membuat sebuah pelangi.

Kerja sama yang baik antara orang tua dan guru akan menghasilkan anak-anak yang baik dan dirahmati oleh Allah.
Insya Allah

_persiapan ahad pagi besok
_grogi
_jadi wali kelas itu ribet, heheh