Jumat, Mei 09, 2014

Belajar mencari jaring - jaring bangun ruang

Beberapa waktu yang lalu saya mengajarkan kepada anak membuat jaring - jaring bangun ruang kubus dan balok dengan menggunakan milimeter blok. Hasilnya?
Lucu juga...
Anak - anak berkreasi sendiri
in foto - fotonya ....













modalnya murah...
semoga mampu menumbuhkan kreatifitas mencari jaring - jaring bangun ruang.

Minggu, Maret 30, 2014

Protes atas Bisingnya Kampanye

Beberapa hari terakhir hampir pasti, di semua daerah terdapat kegiatan "rakyat". Kegiatan ini hanya dilakukan 5 tahun sekali. Dan hanya dilakukan oleh orang - orang yang itu - itu saja.
Kenapa saya bilang seperti itu?
Ya, benar, kegiatan rakyat yang saya maksud adalah KAMPANYE....
Katanya,,,,
kampanye itu pestanya rakyat, padahal hanya sebagian orang saja yang berpesta, sedang yang lainnya harus menderita
kampanye itu adalah saatnya pemaparan visi misi para calon pemimpin padahal visi misi itu disampaikan pada orang - orang yang telinganya disumpal dengan kapas
kampanye itu adalah saatnya rakyat mengenal para calon wakilnya, padahal perkenalan itu diberikan langsung dengan cara yang aneh, ya aneh, tau sendiri lah.... 

bagi saya sendiri,
selama kampanye itu dilaksanakan di jalan, dengan cara yang urakan, bikin macet, bikin bising, maka nanti hasilnya adalah pemimpin yang menyelesaikan masalah negara dengan cara - cara urakan pula, membuat bising telinga rakyatnya dengan hal - hal yang negatif pula.

selama kampanye itu dilaksanakan oleh calon pemimpin dan massanya yang melanggar peraturan lalu lintas, jangan kaget ketika mereka ketika menjadi pemimpin akan melanggar peraturan. 

selama kampanye itu dilaksanakan dengan menunjukkan arogansi, egois, dan kesewenang-wenangan terhadap orang lain, jangan harap seluruh rakyat akan menikmati pemerintahan dari pemimpin yang dihasilkan dari kampanye semacam itu.

selama kampanye itu hanya sebatas menunjukkan sebanyak apa massa yang ikut serta dalam iring-iringan rombongan konvoi, maka kita tinggal hitung berapa banyak pemimpin dan bawahannya menunjukkan tingkah laku buruknya secara "berjamaah". 

untuk di jogja dan rumah saya di magelang...
pak, bu, calon pemimpin kami, tahukah ibu dan bapak bahwa...

selama bapak dan ibu berkampanye di jalan dengan teman-temanmu itu, anak-anak kami, para siswa kami, dan mungkin anak kalian juga.. 
sedang melaksanakan ulangan tengah semester...
sedang mempersiapkan untuk ujian nasional .... 
sedang melebarkan telinga mereka untuk sekedar mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru mereka.... 
yang terganggu oleh suara knalpot "massa pendukungmu"....
seandainya mereka gagal nanti, kalian akan menyalahkan kami, mempertanyakan kinerja kami, padahal kalian sendiri tidak menghargai usaha dan tidak tahu derita yang dialami oleh anak - anak kalian... 
haruskah kami, para guru, berjajar di tepi jalan dan membawa tulisan "Maaf, sedang ujian"???
buat apa?? toh, kalian sendiri sepertinya tidak memperdulikan apa yang sedang diusahakan oleh anak kalian sendiri.. 

massa mu itu...
belum tentu menemanimu ketika engkau sakit.. 
massa mu itu.. 
belum tentu datang ketika engkau dipanggil Allah... 

dan doa massa mu itu... 
belum tentu diterima doanya, jika mendoakanmu.. 

tapi ANAK MU....
pasti akan mengusahakan hadir dan merawatmu ketika engkau sakit, 
pasti akan mengusahakan mengangkat kerandamu ke liang lahatmu... 
pasti akan lebih diperhitungkan doanya oleh Allah...

pilihan seluruhnya ada di tangan kalian....
bersenang - senanglah sekarang dan bersedihlah suatu hari nanti,
atau perbaikilah langkah kalian untuk mendapatkan suatu yang baik suatu hari nanti,

Selasa, Maret 25, 2014

Soal Latihan Bahasa Jawa kelas 3

Materi : Wayang (Pandhawa dan Kurawa)

Soal - soal di bawah ini dapat dijadikan sebagai pertanyaan lisan (mencongak) untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas 3 dalam materi wayang, terutama Pandhawa dan Kurawa

Isinen ceceg - ceceg ing ngisor iki kanthi tembung kang trep!
  1. Bapakne Pandhawa jenenge . . . . . 
  2. Bapakne Pandhawa iku ratu ing . . . . . 
  3. Pandhawa duwe ibu loro, yaiku . . . . . . lan . . . . .  
  4. Ibune Bima yaiku . . . . .
  5. Ibune Nakula yaiku . . . . . 
  6. Kasatriyane Puntadewa yaiku . . . . . .
  7. Dasanamane Puntadewa yaiku . . . . . . 
  8. Kasatriyane Bima yaiku . . . . . .
  9. Dasanamane Bima yaiku . . . . . . 
  10. Kasatriyane Janaka yaiku . . . . . .
  11. Dasanamane Janaka yaiku . . . . . .
  12. Kasatriyane Nakula yaiku . . . . . . 
  13. Dasanamane Nakula yaiku . . . . . .  
  14. Kasatriyane Sadewa yaiku . . . . . . 
  15. Dasanamane Sadewa yaiku . . . . . . .
  16. Gamane Puntadewa yaiku . . . . . 
  17. Gamane Bima yaiku . . . . . 
  18. Gamane Janaka yaiku . . . . . 
  19. Gamane Nakula lan Sadewa yaiku . . . . .
  20. Perange Pandhawa lan Kurawa diarani . . . . . 
  21. Kurawa iku cacahe ana . . . . . 
  22. Kurawa sing paling tuwo jenenge . . . .. 
  23. Kurawa sing wedok dhewe jenenge . . . . .
  24. Bapakne Kurawa jenenge . . . . . 
  25. Ibune Kurawa jenenge . . . . .




Minggu, Maret 09, 2014

Belajar sambil Lomba

Saya akan bercerita tentang beberapa kegiatan saya dan teman guru saya dalam menumbuhkan semangat siswa kami dalam belajar. Kami mendesain sebuah lomba tentang beberapa mata pelajaran untuk siswa kami. Pikiran awal kami apakah mungkin siswa yang "kurang" dapat ikut memeriahkan rencana acara kami tersebut. Namun live must go on, kami mencoba untuk meyakinkan diri kami bahwa acara kami bukan untuk siswa yang pintar saja.
Lomba yang kami adakan dalam bulan februari kemarin adalah :
  1. lomba cerdas cermat agama 
  2. lomba cerdas cermat mata pelajaran 
  3. lomba adzan 
  4. lomba hafalan surat Al Quran
Karena lomba kami adakan untuk kelas 3, 4, dan 5 sekaligus, otomatis terdapat perbedaan penguasaan materi yang dimiliki oleh siswa kami. Kami menyiasatinya dengan mengadopsi pelaksanaan UN, yaitu memberikan Kisi-Kisi lomba kami. Kami juga melengkapinya dengan memberikan beberapa latihan pendalaman materi. Kami para wali kelas juga menyepakati bahwa seluruh lomba kami jadikan proyek masing - masing wali kelas, sehingga tumbuh semangat di dalam diri kami untuk menyiapkan wakil terbaik dari kelas kami.

Hasilnya, pada lomba pertama yang kami adakan memang diisi oleh siswa yang dalam kategori pintar. Namun setelah teman - teman yang lain ikut menjadi supporter untuk temannya sendiri, sepertinya tumbuh semangat dalam diri para supporter ini untuk ikut juga menjadi peserta lomba, bukan hanya jadi supporter. Hal ini terlihat dari lomba kedua yang pesertanya berubah. Banyak siswa yang menjadi peserta di lomba pertama tidak lolos babak pertama pada lomba kedua. dan seterusnya.
Kami melihat bahwa telah tumbuh semangat belajar yang lebih dari para siswa yang tadinya kurang pede, kurang paham materi, dan kurang berani tampil di depan.

Alhamudillah dalam hati kami,,

Kebetulan, dalam rangkaian lomba yang kami adakan memang terdapat babak penyisihan yang kemudian dilanjutkan dengan babak final. Kebetulan yang kedua, lomba yang kami adakan ada yang lomba beregu dan lomba individu. sehingga akan terlihat siswa yang minder dan siswa yang memang berani tampil. Siswa yang pintar memang tidak selalu berani tampil di depan siswa yang lain, sehingga terlihat jelas progres perkembangan keberanian siswa dalam hal tampil di depan siswa yang lain.

Rasa syukur kami bertambah ketika rangkaian lomba yang telah selesai "dirindukan" oleh para siswa. Siswa beberapa kali menanyakan ada lomba lagi atau tidak. Padahal lomba kami hanya memperebutkan piala kepala sekolah yang kategorinya murah, dan update di blog sekolah atas foto kemenangan mereka. Subhanallah, kami mungkin memang belum bisa menang jika kami bertanding dengan sekolah dari siswa dari sekolah yang lain, namun sungguh "antusias" siswa ini membuat kami sangat bersyukur.

Beberapa hal yang kemudian menjadi kesimpulan kami atas kegiatan kami :
  1. Hal - hal baru dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan oleh siswa. Bahkan oleh gurunya sendiri. Kami berpendapat, bahwa jika  memenuhi sebuah ember dengan satu kran terasa lama, kita harus mencari kran tambahan lain yang dapat mempercepat air dalam ember itu cepat penuh. Guru juga harus mampu berikhtiar seperti itu. Harus selalu ada cara - cara lain yang dapat membantu cara lama dalam mengajar. 
  2. Siswa membutuhkan semangat berkompetisi. Jika memang belum dapat berkompetisi dengan sekolah lain, guru harus cerdas mencarikan lawan pertama bagi siswanya yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Seperti dengan melawan teman- temannya sendiri yang sudah setiap hari mereka temui, sehingga tidak muncul rasa canggung dalam diri siswa. Dengan harapan semangat dan rasa pede tersebut dapat terus terasah dalam berjalannya waktu. 
  3. Hadiah sebenarnya tidak dibutuhkan siswa. Hadiah yang mahal pun terkadang tidak begitu bermanfaat bagi para siswa. Namuh hadiah berupa pengakuan dari para gurunya sendiri merupakan hadiah yang mungkin tidak terkira bagi para siswa.
semoga bermanfaat.

Selasa, Februari 04, 2014

Soal Latihan CCA tingkat SD_2

Materi : 
- Rukun iman
- Rukun Islam 
- Siroh 
- Pengetahuan umum agama 


  1. Rukun iman ada . . .
  2. Rukun islam ada . . . 
  3. Rukun iman yang kedua adalah iman kepada . . . .
  4. Rukun islam yang ketiga adalah . . . .
  5. Salah satu sifat wajib bagi nabi dan rasul adalah Fatonah, artinya . . . .
  6. Salah satu sifat wajib bagi nabi dan rasul adalah Shiddiq, artinya . . . . 
  7. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Kidzib, yang artinya . . . .
  8. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Kiyanah, yang artinya . . . .
  9. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Kitman, yang artinya . . . . 
  10. Salah satu sifat mustahil bagi nabi adalah Al Baladah, yang artinya . . . .
  11. Seorang manusia yang diberikan wahyu untuk disampaikan kepada orang lain disebut dengan . . . .
  12. Jumlah nabi yang harus diketahui oleh manusia adalah . . .
  13. Jumlah malaikat yang harus diketahui oleh manusia adalah . . . .
  14. Malaikat yang tugasnya mencabut nyawa adalah . . . .
  15. Malaikat yang tugasnya menulis amal yang jelek adalah . . . .
  16. Malaikat yang tugasnya menyampaikan wahyu kepada para nabi adalah . . . .
  17. Al Quran terdiri dari atas . . . . surat. 
  18. Surat pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad adalah surat . . . . 
  19. Surat terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad adalah surat . . . .
  20. Surat pertama dalam Al Quran adalah . . . . 
  21. Surat terakhir dalam Al Quran adalah . . . .
  22. Bacaan yang dibaca sebelum membaca Al Quran adalah bacaan . . . . 
  23. Banyak ayat dari surat At Takatsur adalah . . . .
  24. Banyak ayat dari surat An Naba adalah . . . .
  25. Banyak ayat dari surat Al Lahab adalah . . . . 
  26. Banyak ayat dari surat Al Adiyat adalah . . . . 
  27. Banyak ayat dari surat Al Bayyinah adalah . . . .
  28. Jumlah kitab suci yang diturunkan Allah kepada para nabi berjumlah . . . .
  29. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud adalah . . . .
  30. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa adalah . . . .
  31. Kitab suci Taurat adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi . . . .
  32. Ibadah yang pertama kali akan dihisab di saat hari kiamat adalah . . . .
  33. Banyak rakaat sholat selama satu hari satu malam adalah  . . . .
  34. Yang menjadi kiblat muslim ketika sholat adalah . . . .
  35. Sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon petunjuk Allah agar dikeluarkan dari masalah yang dihadapi berupa dua pillihan yang berbeda adalah . . . .
  36. Sholat sunah yang dilakukan di setiap malam setelah sholat isya pada bulan ramadhan adalah . . . . 
  37. Apabila terlupa bilangan sholat, atau rukun sholat, seseorang harus melakukan sujud . . . .  
  38. Seorang makmum yang terlambat mengikuti takbiratul ikhram imam/terlambat disebut makmum . . . . 
  39. Sholat yang dilakukan tanpa melakukan rukuk dan sujud adalah sholat . . . .
  40. Sholat penutup malam adalah nama lain dari sholat . . . .
  41. Nabi yang pertama bernama Nabi . . . . 
  42. Nabi yang membuat kapal besar bernama Nabi . . . .
  43. Nabi yang mempunyai mukjizat mampu mengerti bahasa binatang adalah nabi  . . . .
  44. Jumlah nabi yang bergelar Ulul Azmi adalah  . . . . 
  45. Nabi yang bergelar Ulul Azmi adalah . . . . 
  46. Nabi yang bergelar Ulul Azmi dan mempunyai mukjizat dibakar tidak hangus adalah nabi . . . . (Ibrahim)
  47. Nama ibu dari nabi Ismail adalah . . . .
  48. Nama ibu dari nabi Isa adalah . . . .
  49. Idul Adha dan khitan adalah ibadah yang dilakukan pertama kali oleh nabi . . . .
  50. Malaikat diciptakan oleh Allah dari . . . . 
  51. Setan diciptakan oleh Allah dari . . . .
  52. Nama raja yang menjadi musuh dari Nabi Musa adalah . . . . 
  53. Nama raja yang menjadi musuh dari nabi Ibrahim adalah . . . .
  54. Iman kepada hari kiamat merupakan rukun iman yang ke . . . .
  55. Salah satu cara agar dapat menyucikan hadast kecil adalah . . . .
  56. Cara menyucikan hadast besar adalah . . . . 
  57. Salah satu rukun wudhu adalah . . . .  
  58. Salah satu hal yang membatalkan wudhu adalah . . . .
  59. Cara menyucikan hadast kecil selain wudhu adalah . . . .
  60. Perbedaan adzan di waktu sholat selain subuh dan sholat subuh adalah pada bacaan . . . .
  61. Sahabat nabi yang pertama kali mengumandangkan adzan adalah . . . .  
  62. Khulafaurrasyidin yang menikahi dua putri nabi adalah . . . .
  63. Perpindahan nabi dari Makkah menuju Madinah disebut dengan . . . .
  64. Sahabat nabi yang ikut berpindah dari makkah menuju madinah bersama dengan Nabi Muhammad SAW disebut dengan sahabat . . . . 
  65. Sahabat nabi yang menyambut nabi di madinah disebut dengan sahabat . . . .
  66. Salah satu panglima perang di masa Nabi Muhammad yang terkenal dengan pembakaran kapal perangnya ketika menyerang romawi adalah . . . .
  67. Sahabat – sahabat nabi yang pertama kali masuk Islam disebut . . . . 
  68. Kaum yang mempunyai ciri jika berkata berdusta, jika dipercaya berkhianat disebut dengan . . .
  69. Orang yang keluar dari Islam disebut . . . . 
  70. Kejadian atau sesuatu yang luar biasa yang diberikan Allah kepada para Nabi disebut dengan . . . . .
  71. Tempat yang penuh dengan nikmat dan disediakan untuk tempat tinggal yang kekal bagi orang yang beriman disebut dengan . . . .
  72. Orang yang berhak menerima zakat disebut  . . . .
  73. Orang yang baru saja masuk islam disebut  . . . .
  74. Orang yang mengumandangkan adzan disebut  . . . .
  75. Nama istri pertama nabi Muhammad adalah . . . .
  76. Nama istri nabi yang merupakan putri dari Abu Bakar Ash Shiddiq adalah . . . .
  77. Nama paman Nabi Muhammad yang membantu perjuangan Nabi Muhammad namun meninggal dalam keadaan kafir adalah . . . . 
  78. Penanggalan berdasarkan tahun hijrah Nabi disebut penanggalan . . . .
  79. Idul Fitri dalam penanggalan Islam terletak di bulan . . . . 
  80. Idul Adha dalam penanggalan Islam terletak di bulan . . . .

klik untuk soal selanjutnya
klik untuk soal selanjutnya


    Jumat, Januari 24, 2014

    Melawan Keterbatasan Sarana dan Prasarana dengan Kreativitas

    Banyak orang yang bergantung kepada sarana dan prasarana yang ada di sekitarnya untuk membuat sesuatu. Hal serupa juga terjadi pada beberapa guru yang saya kenal. Walaupun mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi, namun hal tersebut agak mengganjal di hati ini. Karena, tidak ada kata tidak bisa jika kita bisa kreatif.
    Contohnya :
    Guru yang belum mempunyai komputer biasanya tidak membuat soal atau bahan ajar dengan berbantuan komputer, padahal sebenarnya bisa menulisnya dengan tulisan tangan kemudian dirental untuk diketikkan.Terkadang guru yang tidak punya komputer ini juga berdalih tidak bisa, padahal sebenarnya sudah banyak terdapat tempat pelatihan/kursus komputer. Hanya saja dia diam, dan tidak mau menambah "kapasitas" nya.

    Sebenarnya ada salah satu hal yang bisa menutup segala "alasan" keterbatasan sarana dan prasarana tersebut. Hal tersebut adalah "Kreativitas". Dengan kreativitas seseorang tidak hanya tergantung pada satu cara, namun berusaha mencari cara yang lain yang mempunyai hasil minimal sama dengan cara yang ada.
    Dengan kreativitas sebenarnya orang juga mampu mengalahkan alat apapun yang telah ada atau belum ada, karena sebenarnya alat yang telah ada sekarang adalah buah dari kreativitas orang terdahulu yang mempunyai problem sama dengan orang sekarang yaitu ketiadaan sarana.
    Namun orang terdahulu mampu berkarya, kita sekarang tinggal menikmati hasil karya mereka. Benar kan? 

    Yuk, mari kita tidak hanya mampu untuk membeli, menikmati, dan menggunakan.
    Tapi marilah jadi pribadi yang mampu membuat, mengkreasi, dan mewujudkan.
    Apapun itu! Seperti apapun itu!
    Asalkan mendatangkan manfaat bagi diri sendiri khususnya untuk orang lain.

    Format Raport (Laporan Hasil Belajar) Siswa yang Baik_menurut saya

    Setiap semester, di setiap tahun ajaran selalu diadakan serah terima laporan hasil belajar siswa (raport) kepada wali murid. Setiap kali itu dilakukan, orang tua wali murid disuguhkan deretan angka dan catatan-catatan penting tentang sikap dan prestasi putra-putrinya. Wali kelas juga kemudian memberikan masukan, komentar, kritik, dan motivasi kepada wali murid yang tujuannya untuk meningkatkan prestasi belajar siswanya.
    Kalau saya boleh bertanya, apa sich pentingnya raport?
    Apa gunanya deretan angka yang ada di raport itu?
    Apa pula guna diberikan rangking di baris terbawah dari kolom-kolom yang disusun rapi itu?

    Saya agak sependapat dengan nafas yang diusung oleh kurikulum 2013.
    Siswa harus dihargai setiap proses belajarnya. Baik kognitif, psikomotor atau afektifnya.
    Siswa tidak boleh dibanding-bandingkan dengan siswa yang lain.
    Kita harus menghargai perkembangan yang telah dicapai oleh siswa tersebut.
    Saya sepakat dengan diadakannya raport deskriptif, raport ini memberikan ruang kepada wali murid untuk memberikan laporan yang lebih "utuh" kepada wali murid tentang putra-putrinya, dibandingkan dengan hanya memberikan dua buah angka dan cara membacanya di kolom sebelahnya.
    Penulisan deskripsi pun ada pedomannya. Harus sangat diusahakan bahwa deskripsi yang diberikan bersifat motivasi, kemudian saran untuk semester berikutnya.
    Deskripsi tentang hal - hal yang bersifat negatif atau kurang baik, sebaiknya dilaporkan kepada orang tua wali dengan langsung atau tertulis tapi terpisah dengan raport untuk siswa.
    Jadi seperti ada dua raport, raport untuk siswa dan raport untuk wali murid.
    Dalam raport untuk wali murid itulah mungkin dicantumkan beberapa laporan yang nyata berkaitan dengan sikap dan perilaku siswa yang kurang baik. Namun jangan lupa, tetap harus mencantumkan saran dan motivasi untuk menyelesaikan itu semua.
    Sebenarnya ada raport yang lebih baik, yaitu raport harian, mingguan, atau bulanan. Bentuknya bisa sederhana saja, hanya satu lembar mungkin, hanya satu sms mungkin, (adakan kesepakatan terlebih dahulu dengan wali murid) sehingga wali murid dapat memantau apa yang menjadi masalah bagi putra-putrinya. Gurupun juga bisa lebih bebas memberikan masukan. Masukan yang diberikan gurupun juga lebih mengena,karena mungkin masalah yang dihadapi siswa setiap waktu akan berubah-ubah.

    Saya sudah mencoba menerapkan, walaupun tidak sempurna, hehee
    Hasilnya, komunikasi yang lebih baik antara saya dan wali murid terjalin sudah.
    Sekarang, tinggal menjaga dan melebarkan sayap komunikasi tersebut. 

    Selasa, Januari 21, 2014

    5 Rukun Nikah

    Salah satu hal yang saya dapatkan ketika saya ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan salah seorang teman saya pada akhir tahun kemarin adalah pengetahuan tentang rukun nikah. Hal inilah yang kemudian menjadi kelakar di antara kami yang berangkat ke Jakarta waktu itu. Hal yang saya dapatkan adalah 5 RUKUN NIKAH.

    Sebelum proses ijab kabul, penghulu menyebutkan rukun nikah tersebut, yaitu :
    1. Ada pengantin pria
    2. Ada pengantin wanita
    3. Ada wali nikah
    4. Ada dua saksi
    5. Ada ijab kabul

    Yang menjadi kelakar kami adalah di mana letak dan pentingnya prosesi resepsi pernikahan?
    Resepsi pernikahan itu sebenarnya hanyalah budaya saja. Ada atau tidaknya, tidak berpengaruh pada sah atau tidaknya proses pernikahan. Benar kan?
    Padahal hal itu lah yang "terkesan" menjadi hal yang wajib di pernikahan di tempat kami.
    Apa buktinya?
    nih....
    Undangan Walimatul Ursy yang diberikan pun biasanya hanya meminta orang untuk datang pada saat resepsi, bukan pada saat ijab kabul. Padahal proses ijab kabul adalah proses yang disaksikan oleh ribuan malaikat. Bahkan saat itu adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.

    Ada pepatah yang kemudian saya rasakan benar bahwa pasangan pengantin itu hanya menjadi "Raja dan Ratu Sehari". Ya, mereka hanya menjadi orang yang dielu-elukan hanya di hari itu. Hari - hari berikutnya? Entahlah ....

    Resepsi pernikahan lebih terlihat sebagai sebuah budaya hedonisme. Budaya yang sangat dibenci oleh Allah. Biasanya resepsi pernikahan berisi nyanyi - nyanyian, terkadang dengan busana penyanyi yang agak kurang baik.
    Biasanya resepsi pernikahan juga lebih terkesan menghambur - hamburkan uang.
    Benar atau tidaknya, wallahualam bisshowab....

    Pandhawa dan Kurawa

    Pengalaman pertama saya sebagai guru bahasa Jawa menyebabkan saya harus belajar sangat banyak sebagai bekal untuk mengajar di tahun ini. Didaulat untuk mengajarkan bahasa Jawa di kelas 3 saya harus memperbaiki kosa kata bahasa jawa saya. Itu yang paling penting. Di samping saya juga harus beralih dari pengajaran yang berorientasi pada jawaban tunggal menjadi jawaban yang lumayan luas. Saya juga harus belajar bercerita dalam bahasa Jawa. Nah, ini yang paling sulit. Apalagi seperti yang saya harus lakukan minggu kemarin.
    Saya harus bercerita tentang asal - usul Pandhawa dan Kurawa. Wahh, parah. Banyak yang harus saya baca. Nih, saya kasih ringkasan hasil belajar saya tentang Pandhawa dan Kurawa.

    Cerita tentang Pandhawa dan Kurawa dimulai dari kakek mereka, Begawan Abiyasa. Begawan Abiyasa mempunyai dua anak, yaitu Destarata dan Pandhu Dewanata. Destarata terlahir dalam keadaan buta. Sedangkan pada saat itu harus segera ditentukan siapa yang meneruskan tahta kerajaan Astina. Karena Destarata mempunyai kekurangan, maka Pandhu didaulat untuk meneruskan tahta. Masalah dimulai dari sini, pada saat ditunjuk menjadi raja Pandhu masih terlalu muda. Sehingga untuk sementara Destarata diminta menggantikan sebagai raja sampai Pandhu cukup umur.

    Ketika Pandhu sudah cukup umur, ternyata Destarata tidak mau menyerahkan tahta kepada Pandhu Dewanata. Pada saat itu Pandhu sudah mempunyai lima anak dari dua istrinya. Dari Dewi Kunthi putra Pandhu adalah Yudhistira (Puntadewa), Bima (Werkudara), dan Janaka (Arjuna);  dari Dewi Madrim putra Pandhu adalah Nakula dan Sadewa (kembar). Sedangkan Destarata sudah mempunyai anak yang berjumlah 100 yang dikenal dengan nama Kurawa dengan Suyudana sebagai anak pertamanya.

    Gambaran umum untuk Pandhawa :
    NamaKerajaanIstriSenjata
    YudhistiraAmartaDewi RahinaJimat Kalimasada
    BimaJodhipatiDewi Arimbi, Dewi Urang Ayu, dan Dewi NagaginiGada Rujakpala, Kuku Pancanaka
    JanakaManthiliAda 14, beberapa di antaranya adalah Dewi Srikandi, Dewi Larasati, Dewi Ratri dan Dewi Wara SumbadraPanah Pasopati, Keris Pulanggeni
    NakulaGembiratalunDewi Senjata
    SadewaSawojajarIstriSenjata

    Itu baru sedikit, karena keterbatasan waktu, nanti disambung di pos berikutnya...
    terima kasih

    Sabtu, Januari 18, 2014

    Nasihat untuk pasangan pengantin baru

    Hari ini salah seorang teman saya mengundurkan diri karena harus bersatu dengan istri di tempat kerja yang baru. Di dalam perpisahan yang diadakan di sebuah rumah makan, sesepuh kami memberikan nasihat untuk beliau berdua. Nasihat ini menarik untuk saya pribadi, mungkin juga menarik untuk orang lain. Beliau berkata :
                "Pasangan pengantin baru itu, harus melaksanakan 5 M. Agar pernikahannya menjadi barokah mawaddah dan warrohmah.
    M yang pertama adalah Manembah (bahasa jawa) artinya Menyembah. Maksudnya adalah pasangan ini harus lebih meningkatkan ibadahnya ketika setelah menikah. Harus terlihat progress peningkatannya, antara sebelum menikah dan sesudah menikah. Kenapa? karena Allah telah memberikan rizky yang tidak terkira berupa pasangan hidup. Maka sudah seharusnya kalau lebih dekat denganNya. Intinya suami harus mengingatkan istri berkaitan dengan ibadahnya, begitupula istri harus mengingatkan suami berkaitan dengan ibadahnya.
    M yang kedua adalah Manunggal artinya Menyatu. Maksudnya adalah pasangan pengantin baru harus menyatu dalam hati, perilaku, dan jasmani. Memang menikah itu artinya bersatu. Namun tidak hanya jasmani saja yang harus bersatu, namun hati dan perilaku harus menyatu. Jangan sampai terdapat perbedaan antara kata hati dan perilaku. Suami harus bisa memberikan teladan bagi istri sedangkan istri harus mampu jadi pengingat dan penyemangat bagi sang suami.
    M yang ketiga adalah Makarya artinya Bekerja. Maksudnya adalah pasangan pengantin baru harus bekerja. Seorang laki-laki yang berniat untuk menikah harus siap bekerja untuk menjadi pencari nafkah bagi keluarganya. Seorang istri pun diperbolehkan untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Walaupun fitrah seorang istri adalah untuk mengatur rumah tangga.
    M yang keempat adalah Mandiri. Maksudnya, pasangan pengantin baru memang lebih baik untuk mandiri secara utuh. Baik secara finansial maupun secara jasmani. Sebuah keluarga baru sangat membutuhkan kesempatan untuk mandiri agar keluarga baru ini menjadi keluarga yang tahan banting dan mampu menyelesaikan berbagai masalah. Memang "Anak pohon pisang tidak akan tumbuh besar dan berbuah secara maksimal jika masih jadi satu dengan induknya".
    M yang terakhir adalah Mamemangun artinya Membangun. Pasangan  pengantin baru haruslah membangun kerajaannya sendiri. Membangun kejayaannya sendiri. Sebagai salah satu cara untuk menjadi salah satu cara mengharumkan nama orang tua yang telah mendidik dari kecil.

    Itulah nasihat yang disampaikan kepada kami pada acara perpisahan teman kami,

    Minggu, Januari 05, 2014

    Kejar Prestasi atau Lengkapi Kompetensi Diniyah Siswa

             Fokus untuk mencetak prestasi atau melengkapi kompetensi diniyah siswa. Setidaknya dua hal ini lah yang menjadi target terbesar dalam setiap tahun ajaran di sekolah yang berbasis agama. Seperti yang diketahui bersama, untuk sekolah swasta prestasi merupakan daya tarik utama bagi orang tua wali murid baru di awal tahun ajaran. Sekolah swasta yang tidak memiliki prestasi baik tentunya akan membuat orang tua wali enggan mendaftarkan putra-putrinya untuk menuntut ilmu di sekolah tersebut. Prestasi yang paling mudah dilihat adalah dari kejuaraan dan nilai prestasi pada saat UN. Dua event inilah yang biasanya menjadi tolok ukur orang tua wali dalam menentukan kualitas sebuah sekolah secara umum. Hal ini berdasarkan pengamatan saya dalam mengajar di sekolah swasta yang berbasis agama.
             Memang sangat terasa, kegiatan yang berkaitan dengan kognitif siswa sangat berperan untuk meningkatkan "kualitas" sekolah swasta. Karena memang sekolah swasta "hidup" dari orang tua wali. Ketika ditinggalkan oleh orang tua wali, maka sebuah sekolah swasta tinggal menunggu detik-detik akhir dalam kemundurannya. Hal ini lebih terlihat untuk tingkat SD, seperti yang kita ketahui bersama bahwa untuk tingkat SD terdapat dana BOS yang mengcover hampir seluruh pembiayaan di sebuah sekolah negeri sehingga siswa tidak mengeluarkan biaya untuk operasional dalam bersekolah. SPP, buku, seragam, sarpras, hampir semua mendapatkan porsi bantuan dari pemerintah. Hal ini sangat kontras untuk SD Swasta. SD Swasta harus berjibaku mencari siswa untuk tetap bertahan. Salah satu yang dilakukan adalah meraih prestasi setinggi-tingginya dalam setiap event kejuaraan dan mendapatkan nilai terbaik dalam ujian nasional.
             Namun, segala usaha yang telah dilakukan oleh SD Swasta dalam mengejar prestasi harus diimbangi dengan usaha untuk melengkapi kompetensi diniyah siswa. Kompetensi diniyah inilah yang menjadi harapan terbesar wali murid untuk bisa ditanamkan kepada putra-putri mereka semenjak dini. Secara kasar, wali murid menyerahkan penanaman kompetensi diniyah putra-putri mereka kepada sekolah, dalam hal ini SD Swasta yang berbasis agama. Sungguh ini merupakan tanggung jawab yang besar. Dengan ranah yang sangat luas, bekal kompetensi diniyah siswa yang heterogen, feedback orang tua yang berbeda, dan daya serap siswa yang berbeda, penanaman kompetensi diniyah ini menjadi hal yang cukup berat untuk sekolah dan guru pengajar. Target demi target yang dicanangkan oleh sekolah yang kemudian diamini oleh wali murid sebagai standard minimal harus dicapai di setiap semesternya. Target minimal kompetensi diniyah siswa adalah lancar membaca Al Quran. Berbagai kendala yang dihadapi oleh sekolah dan pengajar dalam mencapai segala target yang telah direncanakan semoga menjadi amal ibadah yang baik dan menjadikan tabungan untuk mencapai surga Allah.
    Aamiin


    _hasil observasi di SD Muhammadiyah Sleman

    Kamis, Januari 02, 2014

    [Hadist] Lima Perkara Sebelum Lima Perkara

    اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
    (HR. Al Hakim)

    Beberapa bulan ini, saya mencari tentang hadist ini, akhirnya ketemu juga.
    Hadist ini sudah lama ingin saya miliki drafnya, karena memang bagus dan sangat inspiratif untuk saya. Pertama kali saya mendengar arti hadist ini dari salah satu grup nasyid, RAIHAN.
    Artinya kurang lebih seperti ini :
    “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara:
    [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
    [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
    [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
    [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
    [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
    (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits shahih)

    Saya kemudian ingat sebuah pertanyaan dari seorang bijak,
    "Apa yang paling jauh dari kita?"
    jawabannya : waktu
    "Apa yang paling dekat dengan kita?"
    jawabannya : kematian

    Kandungannya saya kira sama dengan hadist di atas, bahwa kita harus memanfaatkan waktu yang masih diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Tidak akan bisa kita memutar kembali waktu yang telah terlewat, dan tidak akan pernah bisa kita menunda kematian yang akan datang menjemput kita.
    Sebelum penyesalan menghampiri kita, marilah kita bersama-sama bergerak menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih baik dalam memanfaatkan waktu dan lebih baik dalam menanti kematian.

    Plat Nomor Pejabat Indonesia

    Jujur sich, penasaran sama plat pejabat ini dah lama, karena kebetulan kosku deket sama mantan Mendiknas Bapak Bambang Sudibyo. Beliau pada saat menjabat selalu menggunakan mobil berplat khusus RI 31. Emang itu khusus buat Mendiknas sich. Selama hampir 8 tahun di Jogja, emang banyak banget pejabat yang mampir di Jogja, dengan mobil-mobilnya. Jadi pengen tahu platnya siapa sich yang lewat, gitu...
    Nih, plat khusus pejabat di Indonesia...
    RI - 1 Presiden Republik Indonesia
    RI - 2 Wakil Presiden Republik Indonesia
    RI - 3 Istri Presiden Republik Indonesia
    RI - 4 Istri Wakil Presiden Republik Indonesia
    RI - 5 Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
    RI - 6 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
    RI - 7 Ketua Dewan Perwakilan Daerah
    RI - 8 Ketua Mahkamah Agung
    RI - 9 Ketua Mahkamah Konstitusi
    RI - 10 Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
    RI - 11 Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan
    RI - 12 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
    RI - 13 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
    RI - 14 Menteri Sekretaris Negara
    RI - 15 Menteri Sekretaris Kabinet
    RI - 16 Menteri Dalam Negeri
    RI - 17 Menteri Luar Negeri
    RI - 18 Menteri Pertahanan
    RI - 19 Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia
    RI - 20 Menteri Keuangan
    RI - 21 Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia
    RI - 22 Menteri Perindustrian
    RI - 23 Menteri Perdagangan
    RI - 24 Menteri Pertanian
    RI - 25 Menteri Kehutanan
    RI - 26 Menteri Perhubungan
    RI - 27 Menteri Kelautan dan Perikanan
    RI - 28 Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
    RI - 29 Menteri Pekerjaan Umum
    RI - 30 Menteri Kesehatan
    RI - 31 Menteri Pendidikan Nasional
    RI - 32 Menteri Sosial
    RI - 33 Menteri Agama
    RI - 34 Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
    RI - 35 Menteri Negara Riset dan Teknologi
    RI - 36 Menteri Negara Koperasi dan UKM
    RI - 37 Menteri Negara Lingkungan Hidup
    RI - 38 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
    RI - 39 Menteri Negara PAN dan Reformasi Birokrasi
    RI - 40 Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
    RI - 41 Menteri Negara PPN/Bappenas
    RI - 42 Menteri Negara BUMN
    RI - 43 Menteri Negara Komunikasi dan Informasi
    RI - 44 Menteri Negara Perumahan Rakyat
    RI - 45 Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga
    RI - 46 Jaksa Agung
    RI - 47 Sekretaris Kabinet
    RI - 48 Kepala Badan Intelijen Negara
    RI - 49 Wakil Ketua MPR RI
    RI - 50 Wakil Ketua MPR RI
    RI - 51 Wakil Ketua MPR RI
    RI - 52 Wakil Ketua DPR RI
    RI - 53 Wakil Ketua DPR RI
    RI - 54 Wakil Ketua DPR RI
    RI - 55 Wakil Ketua DPD RI
    RI - 56 Wakil Ketua DPD RI
    RI - 57 Wakil Ketua Mahkamah Agung
    RI - 58 Wakil Ketua Mahkamah Agung
    RI - 59 Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
    RI - 60 Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi
    RI - 61 Ketua Komisi Yudisial
    RI - 62 Wakil Ketua Komisi Yudisial
    RI - 63 Gubernur Bank Indonesia
    RI - 64 Gubernur Lemhannas
    RI - 65 Ketua UKP4
    RI - 66 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 67 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 68 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 69 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 70 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 71 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 72 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 73 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 74 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
    RI - 75 Kepala BNPB
    RI - 76 Wakil Ketua MPR RI
    RI - 77 Wakil Ketua DPR RI
    RI - 78 Utusan Khusus Presiden
    RI - 79 Ketua BKPM
    RI - 80 Utusan Khusus Presiden
    RI - 81 Utusan Khusus Presiden
    RI - 80 Utusan Khusus Presiden
    RI - 81 Utusan Khusus Presiden
    RI - 99 Utusan Khusus Presiden
    RI - 84 Panglima TNI
    RI - 85 Kapolri
    RI - 90 Sekretaris Kementerian Setneg
    RI - 91 Sekretaris Militer Presiden
    RI - 92 Sekretaris Presiden
    RI - 93 Sekretaris Wakil Presiden
    RI - 94 Kepala Protokol Negara
    RI - 100 Wakil Menteri Kementerian Pertahanan
    RI - 101 Wakil Menteri Luar Negeri
    RI - 102 Wakil Menteri Keuangan
    RI - 103 Wakil Menteri Perindustrian
    RI - 104 Wakil Menteri Perdagangani
    RI - 105 Wakil Menteri Pertanian
    RI - 106 Wakil Menteri Perhubungan
    RI - 107 Wakil Menteri Pekerjaan Umum
    RI - 108 Wakil Menteri Pendidikan Nasional
    RI - 109 BAPENAS

    Yang pernah liat secara langsung :
    RI 2 waktu Pak Budiono pulang kampung,
    RI 9 waktu Pak Machfud MD masih menjabat, kalo ga salah liat di ring road utara.
    RI 30 waktu merapi meletus, kayaknya menteri yang njabat lagi ikut survey ke merapi.
    yang jelas RI 31, hampir tiap hari, kalo lewat rumah Pak Bambang Sudibyo dan beliau sedang ada dirumah

    Rabu, Januari 01, 2014

    Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

    Classroom Action Research atau lazimnya disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu penelitian yang dilakukan oleh pendidik sesuai dengan bidang yang ditekuninya. PTK yang dilakukan oleh guru dapat menjadikan guru sebagai peneliti atau sebagai subjek penelitian. PTK biasanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu secara kontinu untuk memperoleh data yang diperlukan dan dalam pelaksanaannya berupa siklus - siklus. PTK yang dilakukan tidak berorientasi pada hasil penelitian yang dicapai, namun lebih menekankan pada proses penelitian. Dalam PTK tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi, meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan di tempat lain yang konteksnya mirip. Permasalahan yang diteliti dalam PTK adalah kasus-kasus spesifik atau kasus-kasus tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru yang hasilnya tidak perlu dimanipulasi atau direkayasa sesuai kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian. Karena pada dasarnya PTK bertujuan untuk mengubah pembelajaran yang dilakukan di kelas menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan untuk membangun teori atau membuktikan hipotesis.

    Secara singkat beberapa karakteristik penelitian tindakan kelas adalah :

    Aspek Keterangan
    Pelaksanaan Beberapa siklus (lebih dari satu kali)
    Penekanan Proses
    Prosedur baku Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi
    Tujuan penelitian Perbaikan rencana pembelajaran
    Perlakuan terhadap instrumen Trianggulasi data
    Kelas kontrol Tidak ada kelas kontrol

    Rabu, Desember 11, 2013

    Standar Penilaian Nasional_berdasarkan Permendikbud no 66 tahun 2013

    Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 tahun 2013, disebutkan bahwa terdapat beberapa jenis penilaian yang dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Perlu dicatat bahwa Permendikbud no 66 tahun 2013 ini membuat Permendiknas no 20 tahun 2007 tidak berlaku lagi, dapat dikatakan Permendikbud no 66 tahun 2013 ini merevisi dan menyempurnakan Permendiknas no 20 tahun 2007 gitu lah.

    Jenjang penilaian untuk peserta didik :
    1. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. 
    2. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. 
    3. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. 
    4. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. (BAB II poin 4 - 7)
    5. Ujian Nasional merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional. (Bab II poin 10)
    Untuk no 1 - 2 merupakan penilaian yang dilakukan oleh pendidik.
    Untuk no 3 - 4 merupakan penilaian yang dilakukan oleh pendidik bersama dengan satuan pendidikan.
    Untuk no 5 merupakan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini dilaksanakan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).

    Eits, ada penilaian yang baru lho berdasarkan permendikbud ini, namanya UTK (Ujian Tingkat Kompetensi) dan UMTK (Ujian Mutu Tingkat Kompetensi).
    Nah, untuk penjelasan yang lebih rinci, Insya Allah akan dibahas dalam post selanjutnya.