Sabtu, Desember 08, 2012

Perlukah remidi untuk siswa?

Hari ini adalah hari ke-7 pelaksanaan TKM di sekolah saya, nilai untuk beberapa mata pelajaran telah didapat setelah proses koreksi yang cukup lama (murid kami per pararel kelas adalah 100an). Nilai yang didapat oleh siswa sebenarnya lebih menegangkan bagi kami para guru, karena sampai sekarang indikator keberhasilan mengajar kami adalah nilai tersebut.
Aneh kan? Ya memang aneh...
Kemampuan siswa dalam bahasa Indonesia misalkan, jelas di silabus harus mampu dan menguasai : membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Tapi TKM hanya menilai dua  diantaranya, yaitu membaca dan menulis.
Mungkin tulisan ini belum begitu sempurna karena tidak ada bukti otentik tentang silabus dan lain sebagainya,
Tapi ini adalah renungan saya setelah ada salah seorang rekan saya yang sudah inden hari untuk REMIDI PEMBELAJARAN, tidak hanya remidi untuk memperbaiki nilai TKM siswa yang belum tuntas. Jadi akan diadakan pembelajaran ulang untuk materi TKM, baru kemudian diberikan soal berbeda yang mempunyai bobot sama dengan TKM.
ya, entahlah,
sepertinya siswa tidak begitu memikirkannya, namun sepertinya yang perlu diREMIDI adalah guru yang mengajarnya,
right?
eh, bagi rekan guru yang lain, sudahkah mempelajari kurikulum 2013?
sudah tersedia lho, bahan uji publiknya, sepertinya menarik untuk dipelajari lebih lanjut, sebelum kita mengkritik, atau bahkan menolaknya.

3 komentar:

  1. sepertinya tidak.. ini pengalaman saya ketika duduk di bangku SMA kelas 10. Di kelas ada 30 anak tapi hanya 7 anak yang selalu memperhatikan pelajaran, mengerjakan tugas dengan baik dan menghargai guru saat bicara di depan kelas. Guru saya tersebut pandai, mengajarnya sangat jelas..tidak ada ajarannya yang tidak saya mengerti.Soal-soal ulangan yg diberikan terbilang mudah. Saya selalu mendapat nilai ulangan minimal 90. Tapi bagaimana dengan 23 0rang teman saya? Mereka mendapat nilai jauh di bawah KKM, dan ketika remedial pun nilai mereka tidak banyak berubah, tetap du bawah KKM. Padhal soal remidial yg diberikan SAMA PERSIS dengan soal ulangan.

    BalasHapus
  2. Maksud dari komentar saya adalah..tidak adil rasanya kalau hanya kinerja guru yg disalahkan. Belajar itu kesadaran dari diri masing-masing. Kalau ada niat untuk memperhatikan guru dan mempelajari, pasti bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas koment dari Hen_helena,
      Mohon maaf sebelumnya, yang saya bicarakan adalah remidial bagi para guru dalam hal mengajar. Memang sangat baik mengadakan remidial bagi siswa yang kurang nilainya. Dalam hal mengajar guru tersebut baik. Namun pendekatan terhadap siswa yang menurut saya kurang.
      Jadi seperti ini, siswa di dalam suatu kelas berasal dari kelompok yang heterogen, baik kemampuan akademis maupun perilakunya. Di kelas seorang guru harus mampu mengakomodir semuanya. Harus menemukan "bagaimana" caranya pelajaran yang disampaikan dapat diterima oleh seluruh siswanya.
      Sebenarnya saya sedang mengusulkan "self assesment" atau penilaian diri sendiri. Ada sebuah refleksi atas apa yang telah dilakukan. Guru harus mampu mengkoreksi dan mengkritik dirinya sendiri bahkan guru harus mau dan mampu mengakui kekurangannya dalam mengajar. Sehingga terdapat peningkatan dalam pembelajaran di waktu yang akan datang.

      Hapus